Kepulauan Meranti
Lomba Puisi Ternyata Bisa Bentuk Karakter Anak Lho, Ini Penjelasannya
Namun, kata Heru, minat anak-anak terhadap karya sastra seperti sajak, puisi dan syair sudah jauh berkurang.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Afrizal
Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Guruh BW.
TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG-Ketua Umum Sanggar Meranti, Heru Sandra Herwanto mengungkapkan, selain memperingati Hari Sumpah Pemuda, lomba puisi yang digelar juga bertujuan untuk membentuk karakter dan penanaman nilai terhadap anak.
Dari lomba ini, anak-anak dibentuk memiliki keberanian tampil untuk menyampaikan perasaan dan isi pikirannya.
"Sebab, selain membacakan puisi dari karya orang lain, mereka juga diharuskan membacakan puisi dari hasil karyanya sendiri," ujar Heru, Minggu (29/10/2017).
Baca: Disewa Selama Setahun, Pengusaha Rental Mobil Polisikan Konsumennya, Ternyata. . .
Baca: Seret Anaknya Menggunakan Tali di Trotoar, Ibu Ini Ungkap Alasan Sangat Mengejutkan
Saat membaca puisi, kata Heru anak-anak juga bisa melatih emosi, pikiran dan konsentrasi.
"Jadi tidak hanya berani tampil di muka umum saja, namun mereka bisa melatih emosi," ujar Heru.
Namun, kata Heru, minat anak-anak terhadap karya sastra seperti sajak, puisi dan syair sudah jauh berkurang.
Selain gencarnya game online kata Heru, wadah untuk menyalurkan ekspresi anak-anak juga sangat sedikit.
"Sebab itu Sanggar Kemas Meranti dalam tiga tahun terakhir ini menggelar berbagai lomba seni, mulai dari puisi, teater hingga tari untuk membentuk karakter anak-anak dan remaja," ujar Heru.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/lomba-puisi-meraja-kata-lamr-kepulauan-meranti_20171029_141353.jpg)