Pemerintah Pusat Diminta Tegas dan Berikan Sanksi Bagi Kendaraan Melebihi Tonase

"Ketika yang diangkut adalah kayu, bagaimana kita mengangkut dan memindahkannya dengan menggunakan tangan," katanya.

Pemerintah Pusat Diminta Tegas dan Berikan Sanksi Bagi Kendaraan Melebihi Tonase
Tribun Pekanbaru/M. Natsir
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberadaan jembatan timbang dinilai masih akan sulit diselesaikan jika pihak pemerintah pusat, khususnya kementerian perhubungan tidak menuntaskan beberapa persoalan mendasar di jembatan timbang tersebut.

Komisi IV DPRD Riau yang membidangi masalah perhubungan menyampaikan, salah satu persoalan yang mesti diselesaikan adalah, melakukan pengadaan gudang. Halnini bertujuan untuk menyimpan kelebihan barang tang dibawa oleh alat angkutan yang digunakan.

Anggota Komisi IV DPRD Riau, Abdul Wahid menyampaikan, mestinya harus ada gudang khusus yang disiapkan untuk menitipkan barang kelebihan beban oleh angkutan. Jika tidak ada, maka hal ini yang menjadi pemicu tidak berjalannya jembatan timbang di Provinsi Riau.

"Dulunya sistem yang diterapkan adalah sistem denda. Setiap ada kelebihan beban dikenakan denda. Tapi ternyata hal tersebut ditemukan menjadi ajang pungli di lapangan. Kemudian selanjutnya diterapkan sistem suruh pulang kembali, atau titipkan kelebihan barang yang dibawa. Tapi kendalanya adalah, kita tidak punya gudang untuk menyimpan barang," kata Abdul Wahid kepada Tribun, Minggu (5/11).

Baca: Manchester City Vs Arsenal - Gabriel Jesus Jebol Gawang Arsenal di Babak II, Skor Jadi 3-1

Baca: VIDEO - Jika Si Cantik Gronya Somerville Sedang Latihan Bulu Tangkis, Intip Yuuk!

Baca: Video Viral di Medsos Seorang Pria Diduga Guru Pukuli Muridnya Bertubi-tubi di Kelas

Tidak hanya itu, persoalan lainnya menurut Ketua Fraksi PKB DPRD Riau ini adalah, tidak adanya crane untuk mengangkut dan memindahkan barang yang tersedia di setiap jembatan timbang. Padahal crane menurutnya sangat dibutuhkan untuk mengangkut barang, terutama untuk membawa bahan yang berat.

"Ketika yang diangkut adalah kayu, bagaimana kita mengangkut dan memindahkannya dengan menggunakan tangan. Atau beras dalam jumlah banyak. Apakah harus kita sewa buruh untuk angkat barang setiap saat di sana," ulasnya.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved