Pernyataan Tegas LAKSI Menanggapi Pernyataan Elpiyulis Soal Bimtek BPD se-Kampar di Lombok
Rizal, sapaan akrabnya, mengatakan, Elpiyulis mempertemukan LAKSI dengan Forum BPD se-Kampar.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor:
Laporan wartawan Tribun PEkanbaru, Fernando Sihombing
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Direktur LAKSI, Asrizal Nasri menuding Elpiyulis Muchtar berbohong soal pernyataannya yang mengaku tidak ada urusan dengan Bimtek BPD se-Kampar di Lombok, Nopember 2016. Ia menyatakan Elpiyulis penanggungjawab tiket peserta.
"LAKSI menunjuk Elpiyulis masuk panitia. Ada SK-nya. Dia yang urusi tiket," tegas Asrizal, Rabu (8/11/2017). Ia mengurai dari awal keterlibatan Elpiyulis dalam Bimtek.
Rizal, sapaan akrabnya, mengatakan, Elpiyulis mempertemukan LAKSI dengan Forum BPD se-Kampar. Pertemuan itu menyepakati digelarnya Bimtek. Komunikasi berlanjut sampai pembahasan teknis kegiatan. Mulai dari waktu, tempat dan rangkaian kegiatan.
Menurut Rizal, Elpiyulis masuk ke dalam struktur kepanitiaan yang khusus mengurus tiket peserta. Ia mengungkapkan, LAKSI menyetorkan uang tiket sebesar Rp. 590 juta kepada Elpiyulis.
Masalah kemudian muncul karena tiket dibeli hanya untuk keberangkatan saja. Harga tiket naik karena dibeli mendekati hari kepulangan. Akibatnya, biaya tiket membengkak dan meleset dari estimasi.
"Makanya kalau dalam berita, dia bilang nggak ada urusan dengan Bimtek di Lombok, saya ketawa aja," tandas Rizal.
Rizal mengatakan, F-BPD Kampar telah menyetorkan semua biaya administrasi peserta kepada LAKSI. Namun ada 13 peserta dari 187 peserta yang belum membayar biaya Bimtek sampai sekarang. Tiap peserta dibebankan Rp. 7,5 juta.
Alasan F-BPD kala itu karena anggaran dari desa mereka belum cair. Menurut Rizal, jika kontribusi ketigabelas peserta sudah dibayar, sebenarnya hutang ke hotal bisa dilunasi. Oleh karena itu, ia menganggap, hutang ke Hotel Golden Palace tempat dilaksanakannya kegiatan adalah tanggung jawab bersama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tribun-baru_20161230_092519.jpg)