Selasa, 2 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kampar

Miris, Ternyata Ini Penyebab Mahmoed Marzuki Batal Digelari Pahlawan Nasional

Justru, minusnya dukungan disebut-sebut menjadi penyebab batalnya Marzuki dianugerahi Pahlawan Nasional dari Riau tahun ini.

Tayang:
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Afrizal
net
Mahmoed Marzuki 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- Perjuangan mengusulkan Almarhum Mahmoed Marzuki menjadi Pahlawan Nasional ternyata belum sepenuhnya didukung Pemerintah Kabupaten Kampar.

Justru, minusnya dukungan disebut-sebut menjadi penyebab batalnya Marzuki dianugerahi Pahlawan Nasional dari Riau tahun ini.

Budayawan Kampar, Abdul Latief Hasyim yang terlibat mengusulkan gelar itu, mengungkapkan, pihak Kementerian Sosial memberitahunya bahwa syarat belum lengkap.

Baca: Sudah Puluhan Tahun Diusulkan, Mahmoed Marzuki Gagal Jadi Pahlawan Nasional

Baca: Curiga Istrinya Selalu Basah Saat Dirinya Pulang Kerja, Pria Ini Syok Usai Tahu Rahasia Sang Istri

Ia mengatakan, payung hukum yang melegalkan tanda perjuangan Mahmoed belum ada.

"Kemarin kita diminta Perda-nya. Atau bisa juga keterangan Bupati," ungkap Latief, Kamis (9/11/2017).

Ia menjelaskan, penamaan tanda perjuangan seperti Jalan Mahmoed Marzuki di Desa Kumantan Kecamatan Bangkinang Kota, Lapangan Merdeka Mahmoed Marzuki di Jalan Prof. M. Yamin Bangkinang Kota dan makam harus ditetapkan dengan Perda.

Menurut Latief, ternyata selama ini belum ada Perda yang mengatur.

Salinan Surat Keputusan Presiden RI ?115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan gelar Pahlawan Nasional
Salinan Surat Keputusan Presiden RI ?115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan gelar Pahlawan Nasional (tribunpekanbaru/nando)

Baca: Gurauan Sang Ibu Jadi Pertanda Maut Menjemput, Tinggalkan Anak Derita Kelainan Jantung

Baca: 7 Negara Asia Termasuk Indonesia Diramal Tsunami Desember 2017, Simak Kata BMKG

Ia merasa selama Pemerintahan di era Bupati Jefry Noer tidak memberi dukungan.

Ia berharap pemerintahan Bupati Azis Zaenal memberi perhatian.

"Saya dan kawan-kawan berencana audiensi menyampaikan ini kepada Pak Bupati (Azis).Bupati kan belum tau ini," kata Latief yang sehari-hari berprofesi sebagai guru ini.

Latief menuturkan, Kemensos juga meminta foto-foto perjuangan Mahmoed.

Untuk memenuhi syarat ini, kata dia, bisa diusahakan.

Baca: Siang Hari, Pohon Beringin Tiba-tiba Tercabut dari Akarnya, Diawali oleh Kejadian. . .

Baca: Ajak ke Kebun Cabai, Bacakan Mantra, Guru Olahraga Cabuli 42 Murid, 11 Orang Jadi Kecanduan Gituan

Sebagian telah dikirim.

Ditinjau dari cerita sejarah Mahmoed, Latief mengemukakan, telah terpenuhi.

Saat seminar, jejak perjuangan Mahmoed telah dipaparkan.

Latief sempat menyebutkan syarat lain yang dianggapnya tersirat.

Namun ia meminta syarat tersirat itu tidak diungkap dalam berita ini.

"Intinya proaktif," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved