Hari Pahlawan

Serang Tank Sherman dengan Belati, Pemenang Perang Dunia II pun Tak Sanggup Taklukan Indonesia

Ada kalanya kaki tetap harus melangkah ke gunung pedang meskipun kematian sudah pasti menanti di sana.

Serang Tank Sherman dengan Belati, Pemenang Perang Dunia II pun Tak Sanggup Taklukan Indonesia
Ketika pejuang Indonesia membuat kewalahan Inggris sang pemenang PD 2 

TRIBUNPEKANBARU- Surabaya, ketika Indonesia belum genap dua bulan merdeka.

“Hai tentara Inggris! Kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe, menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe, kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari Djepang oentoek diserahkan kepadamoe.”

“Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada."

"Inilah djawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!”

“Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.”

Baca: 3 Pahlawan Nasional dari Riau, No 3 Sumbangkan Rp 1,47 Triliun untuk Pemerintah RI

Baca: 8 Kicauan Unik Anti Mainstream Netizen dengan Tagar #PahlawanZamanNow Peringati Hari Pahlawan

Itulah jawaban Bung Tomo melalui corong radio atas permintaan Inggris untuk melucuti senjata laskar-laskar Indonesia.

Tak terdengar sedikit pun nada gentar dan ragu. Tegas dan lugas. Khas lelaki.

Dia tahu pasti bahwa melawan Inggris itu ibarat menaiki gunung pedang.

Halaman
1234
Editor: Afrizal
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved