Ciptakan Branding yang Pas, Agar Usaha Berkembang
Tugasnya menciptakan pelanggan, membuat hot prospek always hot. Sehingga pelanggan kembali datang
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Zul Indra
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Dalam membuka usaha, sang owner harus bisa menciptakan branding yang benar-benar membuat brand sesuai dengan produknya. Cari target market yang pas.
Hal itu dikatakan oleh Barumun Nanda, Brand Manager L' Cheese Factory dalam acara Kopdar Perdana Rumbel Wirausaha Komunitas Institut Ibu Profesional (IIP) di L' Cheese Factory, Jalan Durian nomor 28, Pekanbaru, Rabu (15/11).
Menurut Nanda, Branding goalnya adalah brand loyalty. Tugasnya menciptakan pelanggan, membuat hot prospek always hot. Sehingga pelanggan kembali datang dan merasakan hal yang tidak terlupakan.
"Contohnya saja usaha-usaha besar membuat ciri khas yang benar-benar beda dibandingkan lainnya, walaupun jenis produknya sama. Mereka menyasar segmen orang yang benar-benar pas untuk produknya. Seperti sebuah perusahaan kecantikan yang mendahulukan kehalalannya, sasarannya adalah umat muslim. Atau sebuah permen berasa kopi, teh yang miliki rasa khas dan slogan tersendiri dan banyak lagi lainnya,"paparnya.
Menyenangkan harus menyajikan pengalaman, pelayanan dan value yang ditawarkan.
Dilanjutkannya, seorang pengusaha harus tahu value para pelanggannya, harus bisa apa yang disukai dari produknya. Jika salah langkah dalam menentukan valuenya, maka bisnis ia akan cepat turun dan bisa menyebabkan kebangkrutan.
"Untuk membangun brand, seorang pengusaha juga harus mempetakan keunggulan dari produknya. Buatlah perencanaan yang matang dan tulis semua rencana tersebut. Fugsinya, ketika terjadi kenaikan ataupun penurunan, ia sudah tahu penyebabnya,"pungkasnya.
Nanda mengatakan, tidak hanya branding yang harus diperhatikan oleh para pengusaha, namun juga harus ada marketing dan selling.
" Marketing itu goalnya adalah market share. Tugasnya menciptakan demand. Serta membuat cold prospek menjadi warm prospek. Sementara Selling, goalnya omzet rupiah atau unit sold. Tugasnya menciptakan pembeli. Serta membuat warm prospek menjadi hot dan consumers lewat teknik closing,"tuturnya.
Koordinator Sejuta Cinta IIP, Hani Siti Nur Aeni mengatakan, kegiatan tersebut, bertujuan untuk pelatihan bisnis, demi mengupgrade ibu-ibu pembelajar biar pandai jualan tanpa harus meninggalkan anak.
"Acara ini juga sebagai wadah pengumpulan barang layak pakai yang sedianya akan digunakan untuk garage sale Milad IIP 2 Desember 2017. Jadi, para ibu-ibu yang memiliki barang bekas layak pakai, seperti mainan, buku, baju, dan lainnya. Seluruh barang-barang garage sale akan di serahkan koordinasinya melalui Sejuta Cinta IIP Pekanbaru,"ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kopdar_20171115_235059.jpg)