Kamis, 30 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dumai

Mengapung 2 Hari di Selat Malaka, Rojali Selamat Setelah Manfaatkan Tutup Fiber

Ia mendapat perawatan di sana setelah berhari-hari terombang ambing di sekitar Perairan Pulau Berhala, Provinsi Sumatera Utara.

Tayang:
Penulis: Fernando | Editor: Afrizal
tribunpekanbaru/fernando
Petugas Basarnas Pekanbaru mengevakuasi dua Nelayan Deli Serdang ke Pelabuhan Dumai, Sabtu (2/12/2017) malam. Mereka sempat terombang ambing selama berhari-hari usai kapal dihempas ombak di Perairan Pulau Berhala. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAIKOTA- Rojali tampak lemah kala petugas Basarnas Pekanbaru Wilayah Kerja Dumai mengevakuasinya, Sabtu (2/12/2017) malam di Pelabuhan Dumai.

Pria yang mengenakan sweater oranye tampak gontai.

Sejumlah petugas membantunya agar berhati-hati melangkah ketika evakuasi dari kapal.

Satu unit ambulance siaga membawa pria 42 tahun ke RSUD Dumai.

Ia mendapat perawatan di sana setelah berhari-hari terombang ambing di sekitar Perairan Pulau Berhala, Provinsi Sumatera Utara.

Baca: Sempat Terombang Ambing di Laut, Basarnas Pekanbaru Evakuasi Nelayan asal Deli Serdang ke Dumai

Baca: Baru 2 Kali Digelar di Indonesia, Kontes Ayam Denak Diusahakan Masuk Kalender Wisata 2018

Kapal yang ia tumpangi bersama tiga rekannya terkena amuk badai pada 25 November 2017 silam di perairan itu.

Nelayan asal Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara masih ingat betul insiden di tengah ganasnya Laut Selat Malaka.

Rojali dan rekannya Maswan (30) selamat dalam insiden memilukan.

Mereka harus kehilangan dua rekannya yakni Kasim (57) dan Aman (50) saat sedang mencari Ikan di laut.

Badai menghempas kapal saat mereka pulang melaut menuju Pantai Labu.

Rojali dan Maswan bisa menyelamatkan diri dengan memakai tutup fiber.

Rekannya Aman langsung hilang tertelan ombak yang besar dalam cuaca buruk.

Rojali sempat memegang tangan rekannya Kasim selama dua hari.

Pria tersebut tak kuasa melepas tangan rekannya yang sudah ia genggam selama dua hari.

Kondisi Kasim saat itu sudah meninggal dunia.

"Sudah tak bisa lagi saya bertahan, genggaman tangannya terlepas dari saya," ujar Rojali menuturkan kisahnya kepada Tim Basarnas Pekanbaru, Sabtu malam.

Baca: Permintaan Bocah 4 Tahun Bikin Ibunya Syok, Tolong Kuburkan Aku Bu, Aku Sudah Tak Kuat!

Baca: Merasa Diraba, Mahasiswi Ini Putuskan untuk Merekam, Apa yang Dilihatnya Bikin Geram

Ia mengaku awalnya mereka hendak memancing Ikan.

Mereka bertolak dari Pantai Labu pada 21 November 2017.

Mereka tak menyangka kejadian naas memimpa keempat nelayan tersebut.

Rojali mengaku sempat dua hari terapung di laut.

Ia hanya pasrah menyaksikan dua jasad rekannya yang meninggal pada insiden ini.

Merekan pun tidak makan dan minum selama dua hari.

Mereka akhirnya bisa terselamatkan oleh awak Kapal MT Chemhelen.

Mereka berteriak sekeras mungkin untuk meminta tolong.

Mereka berharap teriakan itu terdengar oleh awak kapal tangker yang berlayar dari Pelabuhan Belawan menuju Surabaya.

"Kami akhirnya ditolong awak kapal. Mereka membantu kami setelah terapung di laut selama dua hari," paparnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved