Advertorial
Meranti Berpotensi Kembangkan Potensi Ikan Keramba
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengatakan, permintaan pasar di negara Malaysia, khususnya Johor Bahru sangat tinggi.
PERAIRAN Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi untuk pengembangan budidaya ikan keramba. Terlebih, potensi tersebut didukung oleh letak geografis Kepulauan Meranti yang berdekatan dengan negara jiran, Malaysia.
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengatakan, permintaan pasar di negara Malaysia, khususnya Johor Bahru sangat tinggi. Irwan mengatakan, per harinya pasar di Johor Bahru membutuhkan 300 kilogram udang.
Tidak hanya udang, permintaan atas ikan Kakap dan Bawal Bintang juga sangat tinggi dari negara Malaysia.
Namun, peluang pasar dan potensi tersebut kata Irwan belum ditangkap oleh para investor lokal. Padahal, kata Irwan, pasar Malaysia bersedia menampung berapapun hasil produksi ikan dari Meranti.
Hanya beberapa saja nelayan di Meranti yang mengembangkan budidaya ikan keramba. Padahal, hasilnya cukup memuaskan, bahkan menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian.
Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, perairan yang berpotensi dikembangkan sebagai budidaya ikan keramba di Meranti mencapai 1.000 hektare.
Lokasi perairan yang berpotensi itu juga berbatasan langsung dengan Selat Malaka, yaitu di perairan Kecamatan Pulau Merbau.
Untuk mendukung potensi budidaya perikanan tersebut, Pemkab Meranti juga telah membangun Balai Benih Ikan (BBI) Air Payau di Kecamatan Tebingtinggi Barat. BBI tersebut dibangun untuk penyediaan benih murah, berkualitas dan bersertifikat bagi pengusaha yang merintis bisnis budidaya ikan keramba di Meranti. (adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/dinas-kelautan-dan-perikanan-meninjau-potensi-budidaya-ikan-keramba-di-kepulauan-meranti_20171203_153447.jpg)