Advertorial

Hutan Mangrove Wajah Wisata Kepulauan Meranti

Untuk menarik wisatawan, Pemkab Kepulauan Meranti juga mendorong masyarakat setempat menggelar berbagai event.

Hutan Mangrove Wajah Wisata Kepulauan Meranti
Tribun Pekanbaru/Guruh BW
Ekowisata Mangrove. 

PEMERINTAH Kabupaten Kepulauan Meranti mulai mengembangkan hutan mangrove yang mencapai 25 ribu hektare sebagai potensi ekowisata.

Baru-baru ini Pemkab Meranti menata hutan mangrove menjadi ekowisata di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur dan Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat dan di Desa Kuala Merbau.

Untuk menarik wisatawan, Pemkab Kepulauan Meranti juga mendorong masyarakat setempat menggelar berbagai event.

Mulai dari festival musik, layang-layang, wisatawan juga bisa menyaksikan festival Jung Titis di tempat-tempat tersebut.

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengatakan, meskipun telah ditata oleh Pemkab Meranti, namun ekowisata mangrove di Meranti masih membutuhkan tangan-tangan dingin investor agar penataannya lebih profesional lagi.

Bahkan Irwan Nasir menjanjikan keuntungan bagi investor yang menanamkan modalnya di sektor ekowisata mangrove di Meranti.

Terlebih, setiap Imlek, belasan ribu wisatawan akan mengunjungi Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dari data Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), kunjungan wisatawan ke Meranti saat Imlek mencapai 15 ribu orang.

Selain wisatawan luar, potensi ekowisata mangrove juga sangat diminati oleh wisatawan lokal. Setiap hari libur, sejumlah tempat wisata tersebut dipadati oleh ratusan pengunjung.(adv)

Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved