BNNK Pekanbaru Latih 50 Relawan Anti Narkoba
Mereka ada yang berasal dari kelompok masyarakat, guru, kepala sekolah, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, karyawan swasta
Penulis: Rizky Armanda | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM -Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru mengadakan kegiatan pelatihan dan penguatan relawan anti narkoba.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 5 hingga 6 Desember 2017 di hotel Angkasa Garden ini dihadiri oleh setidaknya 50 orang peserta. Di mana mereka menyatakan diri untuk siap dilatih menjadi relawan dan fasilitator anti narkoba di masyarakat.
Mereka ada yang berasal dari kelompok masyarakat, guru, kepala sekolah, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, karyawan swasta, dan lain-lain.
Kepala BNNK Pekanbaru AKBP Sukito Melalui Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Wan Suparman saat diwawancarai Tribun mengatakan, adapun latar belakang digelarnya kegiatan ini adalah terkait permasalahan penyaIahgunaan serta peredaran gelap narkoba yang kian hari kian mengkhawatirkan.
Di mana kondisi darurat narkoba ini bukan hanya menyasar remaja dan dewasa saja, melainkan juga anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Disamping itu, kerugian negara akibat penyalahgunaan narkoba ditaksir mencapai sekitar 63.1 triliyun rupiah. Bahkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kini juga sudah bertransformasi menjadi pusat kendali peredaran gelap narkoba.
"Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini memang sudah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Tahun 2017 diprediksi Indonesia masih menjadi pangsa utama pasar peredaran gelap narkoba," sebut Wan Suparman kepada Tribun, Rabu (6/12).
Ia melanjutkan, berdasarkan data statistik BNN Pusat, tidak satu pun Kabupaten/Kota di Indonesia yang dinyatakan bebas dari masaIah penyaIahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Berdasarkan hal itu Wan Suparman membeberkan, atas kondisi yang memprihatinkan tersebut, BNN sebagai Iembaga pemerintah yang menangani permasalahan narkoba ditanah air dituntut untuk semakin gigih melakukan berbagai upaya strategis di bidang pencegahan.
SaIah satunya adalah dengan pembentukan ReIawan Anti Narkoba sebagaimana yang sudah dilakukan BNNK Pekanbaru.
Dipaparkan Wan Suparman, nantinya para relawan ini akan melaksanakan kegiatan pencegahan berupa sosialisasi maupun menggerakkan seluruh komponen masyarakat untuk menggagas program pencegahan terhadap bahaya narkoba.
Pelaksanaan kegiatan pencegahan penyalaggunaan narkoba tentunya dimulai dari tingkat yang paling dasar, yakni tingkat desa atau kelurahan.
"Relawan anti narkoba yang terbentuk akan dibina langsung oleh BNN Provinsi maupun Kota/Kabupaten sebagai pelaksana di daerah masing-masing," ungkap Wan Suparman lagi.
Pada intinya ditambahkan dia, para relawan ini akan dikukuhkan menjadi semacam perpanjangan tangan dari BNN di masyarakat.
Mereka akan melakukan sosialisasi dan menyebarluaskan informasi tentang bahaya penggunaan narkoba.
"Mereka nantinya akan dibekali dengan pin dan sertifikat yang dilengkapi nomor registrasi khusus. Setiap bulannya, mereka akan membuat laporan terkait kegiatan yang sudah mereka lakukan. Selanjutnya akan ada evaluasi, sejauh mana efektifitas relawan yang sudah dibentuk," tandasnya.(rzk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bnnk-relawan-anti-narkoba_20171206_205613.jpg)