Kepulauan Meranti

Nelayan Tak Melaut Akibat Angin Utara, Harga Ikan Lokal di Meranti Mulai Naik

Tidak melautnya para nelayan di Meranti menyebabkan harga ikan di sejumlah pasar mengalami kenaikan harga.

tribunpekanbaru/guruhbudiwibowo
Setiap pagi pasar ikan di Sungai Juling selalu ramai dikunjungi para pembeli. 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Tidak melautnya para nelayan di Meranti menyebabkan harga ikan di sejumlah pasar mengalami kenaikan harga.

Sajad, seorang pengepul ikan di Pasar Sungai Juling, Selatpanjang mengungkapkan, mayoritas jenis ikan mencapai kenaikan hingga Rp 10 ribu per kilogramnya.

"Seperti ikan tongkol, yang sebelumnya dijual seharga Rp25 ribu per kilogram saat ini seharga Rp35 ribu per kilogramnya. Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak 10 hari yang lalu," ujar Sajad, Minggu (10/12/2017).

Begitu juga dengan ikan parang, saat ini ikan jenis itu dijual seharga Rp40 ribu per kilogramnya.

Padahal, sebelumnya ia menjual ikan jenis itu seharga Rp30 ribu per kilogramnya.

Baca: Hasil Tangkapan Tak Sebanding Risiko, Nelayan di Kepulauan Meranti Ogah Melaut Selama Angin Utara  

"Ikan sudah susah. Agar tetap jualan, kami harus mendatangkan ikan beku jenis sarden, kembung dan selayar dari Tanjung Balai Karimun untuk dijual ke Selatpanjang," ujar Sajad.

Minimnya pasokan ikan lokal juga memperngaruhi harga ikan di Pasar Modern Selatpanjang.

Jasman, seorang pedagang ikan di Pasar Modern mengatakan, minimnya pasokan ikan lokal lantaran nelayan di Meranti banyak yang tidak melaut.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved