Breaking News:

TP PKK Riau Deklarasi Gerakan Stop Pernikahan Usia Anak

isilita menyebutkan pernikahan dini apalagi masih dalam usia anak merupakan pelanggaran hak anak.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: harismanto
Tribun Pekanbaru/Nasyuha
Istri Gubernur Riau bersama ibu - ibu lainnya deklarasi Stop Pernikahan Usia Anak 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua TP PKK Provinsi Riau yang juga istri Gubernur Riau, Sisilita Arsyadjuliandi mendeklarasikan Gerakan Bersama Stop Pernikahan Usia Anak di Provinsi Riau. Yang mana, deklarasi ini diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Deklarasi ini digelar bersama ibu - ibu di Riau yang dipimpin langsung Sisilita dalam acara Sosialisasi Peningkatan Pemeliharaan Kesehatan Ibu dan Anak di halaman Gedung Daerah Provinsi Riau, Minggu (17/12/2017) tersebut.

Didampingi oleh istri Wakil Gubernur Riau, Wan Rosmiyati Thamrin dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau, Tengku Hidayati Efiza. Sisilita menyebutkan pernikahan dini apalagi masih dalam usia anak merupakan pelanggaran hak anak.

Baca: Link Live Streaming: Ini Dia Susunan Pemain West Bromwich Albion Vs Manchester United

Baca: Diamuk Massa hingga Kritis, Begini Awal Penggebukan Diduga Begal di Rimbo Panjang

Baca: Bentuk dan Warna Lidah Bisa Deteksi Penyakit, Termasuk Penyakit Kelamin

"Pernikahan anak merupakan pelanggaran terhadap hak anak, khususnya hak untuk menikmati kualitas hidup yang baik dan sehat, serta hak untuk tumbuh dan berkembang sesuai usianya," ujarnya usai melakukan penandatanganan deklarasi bersama "Stop Pernikahan Usia Anak".

Tidak itu saja, biasanya pernikahan usia anak juga sering terjadi perceraian bahkan kekerasan dalam rumah tangga. Karena dari beberapa kasus yang ada pertengkaran terjadi karena tidak adanya kedewasaan.

"Dihindari dan semua orangtua juga harus mengawasi anaknya agar jangan sampai nikah diusia anak,"jelas Sisilita.

Sisilita juga mengajak para ibu untuk rajin melaksanakan senam bersama sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan terutama kesehatan si ibu yang sehari-harimya berperan penting mengurus keluarga.

"Kesehatan ibu-ibu perlu dijaga. Kita mulai dengan germas (gerakan masyarakat) dan senam," imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau, Tengku Hidayati Efiza mengatakan pernikahan diusia anak sangat mengganggu kualitas keluarga nantinya.

"Sehingga jangan sampai ada pernikahan diusia anak lagi di Riau. Deklarasi ini sebagai wujud kira di Riau dalam mencegah pernikahan diusia anak, "ujar Tengku Hidayati. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved