Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Minta Pertamina Rutin Gelar OP Gas 3 Kg

Wakil rakyat meminta, agar OP tersebut rutin digelar. Sebab, dengan begitu akan bisa meminimalisir kelangkaan

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru melarang pengusaha rumah makan yang beromzet di atas Rp 1 juta perhari untuk menggunakan gas bersubsidi 3 Kg. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Operasi Pasar (OP) gas 3 kg di 12 Kecamatan di Pekanbaru, yang digelar Pertamina dan Disperindag Pekanbaru kemarin, mendapat apresiasi dari kalangan legislator.

Wakil rakyat meminta, agar OP tersebut rutin digelar. Sebab, dengan begitu akan bisa meminimalisir kelangkaan si melon tersebut.

"Sudah pasti kita dukung. Kalau bisa diperluas lagi, tidak hanya di kecamatan, tapi di setiap kelurahan. Pertamina kita pastikan sanggup menggelarnya," kata Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Yusrizal SH kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (21/12/2017).

Disebutkannya, operasi pasar jika hanya sekali setahun saja digelar, itu sama saja bohong. Karena tidak akan ada perubahan terhadap kelangkaan gas. Bahkan hanya terkesan seremonial saja.

Baca: Agen Diduga Pungli Warga yang Tukarkan Tabung Gas 3 Kilogram ke Tabung 5,5 Kilogram

Baca: Disperindag Gandeng Pertamina Luncurkan Program Penukaran Tabung Gas 3 Kilogram ke 5,5 Kilogram

Makanya jika memang konsepnya untuk mengatasi kelangkaan, harusnya operasi pasar tersebut kontinue dilaksanakan.

Lebih dari itu, politisi PKB ini meminta, selain operasi pasar, diharapkan pengawasan terhadap pangkalan harus maksimal dilaksanakan. Artinya, ratusan pangkalan yang ada di kota ini, harus dipertegas, bahwa penjualan gas 3 Kg, tidak boleh ke pengecer atau ke tengkulak.

"Inti pelaksanaannya di sini. Kalau semua pangkalan tidak bermain, dan benar-benar menjual gas ke masyarakat, maka dipastikan tidak akan langka dan mahal harganya. Sebab, kuota dari Pertamina tersebut cukup," tegasnya.

Selain dari itu, larangan kepada pelaku usaha yang beromzet di atas Rp 750 ribu perhati, juga harus komit dijalankan. Karena sampai sekarang, masih banyak pelaku usaha yang nekad memakai gas 3 Kg tersebut. (*)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved