MMP Buru dan Gagalkan Perambah TNTN, Amankan Tiga Cinsaw dan Satu Sepeda Motor

Mereka mengintai perambah atau penebang hutan di kawasan TNTN selama satu malam, kemudian langsung digrebek. Dapat tiga mesin dan satu motor

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Tantangan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) saat ini adalah perambahan. Hal ini dibuktikan dengan adanya perambah dan penebang kayu di kawasan yang dipergoki Masyarakat Mitra Polhut (MMP) pada Jumat (22/12), di tepi Sungai Sawan di kawasan yang termasuk ke dalam Desa Lubuk Kembang Bunga.

Hal ini terungkap saat wartawan yang mengikuti Jurnalist Touring yang gelar Pundi Sumatera bersama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) yang disupport Tropical Forest Conservasi Action pada Rabu hingga Jumat (22/12).

MMP bersama TNI dan pihak TNTN berhasil mengamankan tiga mesin cinsaw dan satu sepeda motor bebek. Perambah berhasil menebang hutan sekitar lima hektar. Seperempat dari lima hektar itu merupakan hutan primer yang masuk bagian TNTN.

Ketua Masyarakat Mitra Polhut, Hamencol kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (22/12) menyebutkan, MPP beranggotakan enam orang. Ia bersama anggotanya dipercayakan untuk memantau perambahan hutan TNTN.

"Awalnya kami dengar mesin cinsaw, selama dua minggu. Ketika didengar, suara mesin seperti suara mengolah kayu. Ketika dipastikan ternyata suara nebang kayu buka lahan. Saya lapor ke pihak TNTN, kemudian turun tim dari balai, dua anggota TNI dan lima anggota MMP," ungkap Mencol.

Menurut Mencol, mereka mengintai perambah atau penebang hutan di kawasan TNTN selama satu malam, kemudian langsung digrebek. Dapat tiga mesin dan satu motor (motor dibakar).

"Motornya kami bakar karena tidak bawa dari hutan. Perambah ini diduga orang dari Bukit Kesuma, Pangkalan Kuras. Seperempat hektar sudah ditebang, diameter kayu 60-90 centimeter," jelas Hamencol.

Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I
Kembang Bunga, Taufik Haryadi kepada Tribunpekanbaru.com menyebutkan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan sedang ditindak lanjuti.

"Ekosistem TNTN ada 22 desa. Saat ini, kami terus berusaha menyelamatkan hutan yang tersisa. Kami melakukan patroli gabungan di perbatasan hutan yang ada. 
Kami ajak masyarakat mengembalikan fungsi hutan ini dengan pariwisata agar untuk dijaga. Selain itu, juga pengembangan ekowisata. Program sudah berjalan dan pembinaan masyarakat yang dilakukan YTNTN," ungkap Taufik.

Halaman
1234
Tags
TNTN
Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved