Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kepulauan Meranti

Sejumlah Massa Geruduk Kantor Kemenag Meranti

Pasalnya, honor yang diterima dari sekolah mereka mengajar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: M Iqbal
TribunPekanbaru/Guruh BW
Massa aksi mempertanyakan nasib guru honor madrasah di Kantor Kemenag Meranti. 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Sejumlah orang yang tergabung dalam Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) menggeruduk Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (22/12/2017) sekitar Pukul 16.00 WIB.

Mereka menuntut agar Kemenag memperhatikan nasib 3 ribuan guru honor madrasah yang saat ini masih mengharapkan tunjangan kesejahteraan.

"Seharusnya Kemenag bisa mendesak Pemkab Meranti agar mengucurkan kembali dana hibah untuk tunjangan kesejahteraan para guru madrasah," ujar Koordinator aksi, Jefrizal.

Pasalnya, honor yang diterima dari sekolah mereka mengajar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Paling besar guru madrasah bergaji Rp 300 ribu per bulan dari sekolahnya. Hibah tersebut sangat membantu para guru madrasah untuk menutupi kebutuhan mereka sehari-hari," ujarnya.

Ia mengatakan, pada 2015 sebelumnya ribuan guru honor madrasah masih menikmati tunjangan kesejahteraan dari Pemkab Meranti.

Namun, sejak 2016 Pemkab Meranti tidak lagi menganggarkan hibah untuk guru honor madrasah lantaran tidak adanya anggaran.

"Beberapa waktu lalu, kita juga sudah desak Pemkab Meranti untuk kembali menganggarkan dana hibah itu. Namun Pemkab Meranti beralasan tidak memiliki anggaran," ujar Jefrizal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved