Breaking News:

Jalan Menuju Perawang Rusak Parah, Warga Tanami Pisang

Pada musim hujan, ruas jalan mirip dengan kubangan kerbau. Sedangkan kendaraan yang melintasi jalan itu kebanyakan kendaraan bertonase tinggi

Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Pohon pisang ditanam di ruas jalan Siak-Perawang 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Satu unit truk fuso terpuruk di jalan lintas Siak-Perawang, sekitar 1 Km sebelum jembatan Maredan, Selasa (26/12/2017). Sopir dan kernek truk berusah payah melewati kondisi itu namun tidak berhasil.

Pengguna jalan lain dibuat kesal akibat tertutupnya jalur menuju ke Siak dan menuju ke Perawang. Sempat terjadi macet panjang dalam beberapa waktu. Sedangkan truk pengangkut sawit itu dapat keluar setelah dibantu warga beramai-ramai.

Jalan Siak -Menuju Perawang, tepatnya sebelum jembatan Maredan memang rusak parah. Aspalnya sudah tidak terlihat lagi pada beberapa ruas jalan.

Pada musim hujan, ruas jalan mirip dengan kubangan kerbau. Sedangkan kendaraan yang melintasi jalan itu kebanyakan kendaraan bertonase tinggi, selain kendaraan warga yang hendak bolak-balik Siak-Perawang.

"Ban terpuruk sangat dalam, karena lumpurnya dalam sekali. Jadi pas dipaksa lubang semakin dalam karena roda berputar," kata Ujang, seorang sopir truk yang berhasil dimintai keterangan, di lokasi.

Ia mengatakan, sehari sebelum kejadian itu, warga sudah menanam pisang di pertengahan jalan. Akibat banyaknya truk fuso yang sedang berselisih jalan, pohon pisang itu pun jadi terlindas.

Meskipun jalan tersebut diperbaiki dengan cara menimbun dan memadatkan timbunan pada lubang-lubangnya, namun belum aman bagi pengendara. Apalagi bagi kendaraan bertonase tinggi. Sebab, daerah Maredan dan Tualang masih terus diguyur hujan, membuat jalan semakin lunak.

"Saya tidak tahu ini jalan tanggungjawab pemerintahan mana. Apakah kabupaten apakah provinsi. Yang jelas, kalau masih dibiarkan seperti bubur begini, kami akan bikin sawah di sini," kata Surya, warga Tualang.

Ia menguraikan, warganya hampir setiap hari melintasi jalan itu. Sehingga ia tidak mau menerima risiko bila suatu waktu terjatuh atau tertimpa kendaraan lain saat berselisih.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved