Breaking News:

Terapkan Integrated Catchment Modelling, Karyawan RAPP Ini Raih Master di Belanda

Perjuangan Yogi adalah perjuangan seorang anak manusia yang dipenuhi dengan airmata, semangat yang tak henti saat diri merasa lelah di rantau

Editor: harismanto
Foto/Istimewa
Yogi Suardiwerianto sedang melakukan diskusi bersama atasannya di PT RAPP. Ia merupakan warga asli Kampar yang disekolahkan RAPP ke negeri Belanda. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kerja keras takkan pernah mengkhianati hasil. Itulah adagium yang pas untuk menggambarkan perjuangan dan kerja keras seorang anak desa bernama Yogi Suardiwerianto (30) dalam menempuh ilmu hingga berhasil meraih gelar Master dari negeri kincir angin.

Perjuangan Yogi adalah perjuangan seorang anak manusia yang dipenuhi dengan airmata, semangat yang tak henti saat diri merasa lelah dirantau, serta kerja keras dan niat yang konsisten agar berhasil di negeri orang.

Tak semua orang bisa seperti Yogi dalam menjaga semangat serta niat yang terus berkesinambungan. Sebagai manusia, rasa jenuh dan putus asa adalah hal manusiawi.

Yang tidak biasa adalah bagaimana rasa sentimentil itu justru menjadi lecutan semangat bahkan dijadikan cambuk agar bisa secepatnya mencapai satu titik, untuk kemudian mendarmabaktikan hasil yang diperoleh pada negeri tercinta.

Baca: Di Bawah Ancaman Pisau, Pria Ini Gagahi Bocah 12 Tahun, Ternyata Sudah Sejak Kelas 5 SD

Baca: Oknum Guru Diduga Cabuli Siswanya di Kamar Hotel di Pekanbaru

Baca: Per 1 Januari 2018, Deretan Ponsel Ini Tak Akan Lagi Bisa Gunakan WhatsApp! Cek HP-mu

"Saya tak pernah menyangka bisa mencapai sejauh ini. Jujur saja, awalnya saya sempat ingin menyerah dengan tantangan yang berdatangan apalagi kita berada di negeri orang. Namun berkat dukungan dari keluarga dan atasan saya, akhirnya semua bisa saya lalui," kenang Yogi, memulai ceritanya.

Sebagai laki-laki asli kelahiran Teluk Dalam, Kabupaten Pelalawan, Yogi lahir dan tumbuh di daerah yang jauh dari hiruk-pikuk kesibukan orang-orang kota.

Dari Teluk Dalam ke Ibukota Kabupaten Pelalawan saja yakni Pangkalan Kerinci, butuh waktu sekitar 3 hingga 4 jam dengan menyusuri Sungai Kampar. Jika ditempuh lewat daratan, waktunya akan lebih lama lagi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved