Kampar

Jadi Saksi Pernikahan, Bupati Azis Juga Tinjau Infrastruktur Saat Kunjungi Kampar Kiri Hulu

Azis menyimpulkan tiga masalah paling serius di daerah terpencil itu. Yakni, infrastruktur, transportasi dan komunikasi.

Jadi Saksi Pernikahan, Bupati Azis Juga Tinjau Infrastruktur Saat Kunjungi Kampar Kiri Hulu
TribunPekanbaru/Nando
Bupati Azis saat mengunjungi Kampar Kiri 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bupati Kampar, Azis Zaenal banyak berbaur dengan masyarakat selama berkunjung pedalaman Kampar Kiri Hulu. Azis bermalam di Desa Aur Kuning. Ia disambut Kepala Desa setempat, Damri.

Azis dan rombongan menginap di rumah seorang warga bernama M. Amin, Sabtu (30/12/2017) malam. Di desa ini, Azis Salat berjamaah dengan warga setempat. Kemudian menghadiri Takziah di rumah salah satu warga yang seorang anggota keluarganya baru wafat.

Azis juga menjadi saksi pernikahan warga setempat. Kehadiran Azis membawa keistimewaan bagi pasangan Rela Anggraini dan Wewen. ‎Rela Anggraini seorang guru di SMP Negeri 2 Kampar Kiri Hulu. Sedangkan Wewen seorang petani.

Baca: Libur Akhir Tahun, Bupati Azis Menantang Maut Kunjungi Pelosok Kampar

‎‎"Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah," kata Azis dalam Tausiahnya.

Kades Damri merasa terhormat desanya dikunjungi orang nomor satu di Kampar. "Semoga Allah SWT membalas pahala Bapak Bupati dengan diberikan kesehatan," katanya. Ia berharap, Pemkab Kampar membangun desa-desa di pinggiran Sungai Subayang.

‎Keesokan harinya, Minggu (31/12), Azis berkeliling Desa Pangkalan Serai. Ia meninjau sejumlah infrastruktur. Seperti jembatan dan Kantor Desa. Ia juga berdialog dengan masyarakat di sembilan desa sekitarnya.

Sulitnya jalur transportasi adalah masalah yang paling dikeluhkan warga kepada Azis. Menanggapi hal ini, Azis mengaku sempat berencana menyediakan moda transportasi sungai.

Pengadaan empat unit Kapal Ferry penghubung Desa Gema, ibu Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan Pangkalan Serai, sempat diwacanakan.‎ Namun situasi geografis tidak memungkinkan.

"Setelah mendapat penjelasan dari para Kepala Desa, ternyata Kapal Ferry hanya dapat digunakan bila sungai pasang seperti sekarang," ujar Azis. Jika surut, kapal tak dapat difungsikan. Apalagi di dasar sungai banyak bebatuan.

Azis menyimpulkan tiga masalah paling serius di daerah terpencil itu. Yakni, infrastruktur, transportasi dan komunikasi. Ketiga persoalan ini mempengaruhi perekonomian masyarakat.

Menurut Azis, ketiga persoalan tersebut telah dijadikan rencana aksi prioritas Pemkab Kampar. Pihaknya mencari formula agar dapat membenahi infrastruktur jalan yang berada di dalam kawasan hutan sesuai ketetapan Menteri Kehutanan RI.

Azis meminta agar dana desa difokuskan membangun jalan desa. Sehingga menghubungkan antar desa. "Paling tidak dapat dilewati sepeda motor. Supaya anak-anak tidak sulit pergi sekolah, masyarakat tidak kesulitan membawa hasil panen. Intinya membuka desa terisolir," ujarnya. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved