Tindak Tegas Galian C Ilegal di Lubuk Alung, Puluhan Massa Ujuk Rasa ke Mapolda Sumbar

Massa minta agar Kapolda menindak tegas aktivitas galian C yang banyak terdapat dan sudah berlangsung sejak lama di Lubuk Alung.

Tindak Tegas Galian C Ilegal di Lubuk Alung, Puluhan Massa Ujuk Rasa ke Mapolda Sumbar
TribunPadang.com/Riki Suardi
Unjuk rasa galian C di Lubuk Alung, Sumbar 

Laporan Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Puluhan massa yang berasal dari Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumbar, menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, Padang, Sabtu (6/1/2018).

Puluhan massa itu berasal dari Aliansi Masyarakat Penggugat Perusak Lingkungan (Ammuak) Piaman Laweh, Karang Taruna Lubuk Alung, dan masyarakat dari sejumlah nagari di Padangpariaman.

Di antaranya, Nagari Lubuk Alung, Nagari Sungai Abang, Nagari Balah Hilia, LBH Lubuk Alung, PMII, dan Ikatan Mahasiswa Mahasiswa Piaman Raya.

Pada aksi tersebut, massa meminta agar Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, menindak tegas aktivitas galian C yang banyak terdapat dan sudah berlangsung sejak lama di Lubuk Alung.

"Kami minta Kapolda Sumbar segera mengusut galian C, karena berdampak pada pengrusakan alam. Kerusakan yang terjadi sudah memperihatinkan," kata koordinator aksi Rodi Indra, kepada tribunpadang.com, Sabtu (6/1/2018).

Rodi membeberkan bahwa aktivitas gaiian C itu tidak hanya melibatkan masyarakat, tapi juga oknum polisi yang ditenggarai sebagai pembeking, bahkan ada yang telibat menjadi pengusaha tambang galian C di Lubuk Alung.

"Kami ada bukti berupa video. Di situ ada oknum polisi. Kami mau Kapolda mengusut nama oknum yang disebut dalam video tersebut. Pengusutan harus sampai tuntas, dan jangan berhenti pada penangkapan pekerja tambang saja," harap Rodi.

Rodi menyebut dari data yang diperolehnya, diketahui bahwa dari banyak titik galian C, hanya satu yang mempunyai izin. Izin tersebut dikeluarkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno melalui Dinas ESDM Provinsi Sumbar.

"Jadi kami tegaskan, gubernur tidak boleh lagi mengeluarkan izin galian C di Lubuk Alung. Ini dampak lingkungannya berbahaya. Kondisi alam sekitar galian C sudah banyak rusak," tegasnya.

Selain berorasi di halaman Mapolda Sumbar, puluhan massa itu juga mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumbar untuk melaporkan pengruskan akibat akticitas galian C Lubuk Alung.

Dalam laporan tersebut, massa juga menyerahkan sejumlah bukti. Di antaranya, dokumen, foto kerusukan sungai di lokasi galian C Lubuk Alung dan CD yang diduga berisi video yang melibatkan oknum polisi tersebut.

Terkait laporan yang disampaikan, Kepala Siaga SPKT 2 Polda Sumbar, Kompol Alhamdi, menyebut bahwa massa tidak membuat laporan ke Mapolda Sumbar, tapi hanya menyerahkan bukti-bukti kerusakan akibat aktivitas galian C.

"Bukti sudah kami terima, tapi bukan laporan resmi. Kalau resmi namanya model B. Namun demikian, bukti-bukti itu akan diteruskan ke pimpinan," ujarnya. (*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved