Mau Tukar Voucher di Gelanggang Permainan, Lelaki Ini Malah Dikeroyok
Dalam laporannya,korban mengaku telah dikeroyok oleh empat orang lelaki yang bekerja di gelper tersebut.
Penulis: Budi Rahmat | Editor: Sesri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Budi Rahmat
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dugaan pengeroyokan terjadi di salahsatu tempat gelanggang permainan (gelper) di Jalan Setia Budi.
Korban bernama Zhuhri melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polresta Pekanbaru.
Dalam laporannya,korban mengaku telah dikeroyok oleh empat orang lelaki yang bekerja di gelper tersebut.
Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Polius Hendriawan mengatakan, sesuai dengan laporan yang dibuat korban, bahwa pada hari Sabtu (6/1/2017) korban berencana akan menukar voucher telepon genggam dengan uang tunai.
Namun sekelompok orang yang bekerja di gelper tersebut justru mengatakan bahwa voucher telepon genggam yang dimiliki korban adalah palsu.
Kemudian korban dibawa ke bagian kantor dan diminta untuk mengakui bahwa voucher yang dimiliki korban merupakan voucher palsu.
Korban terus dipaksa untuk mengakui bahwa sesuai dengan permintaan sekelompok orang tersebut.
Korban bersikeras bahwa voucher yang dimilikinya asli.
Untuk memastikan keaslian voucher yang dimilikinya korban kemudian menghubungi rekannya yang bernama delfi yang juga bekerja di gelper tersebut.
Namun, tetap saja empat orang tersebut tidak mengakui keaslian voucher dan justru menuduh korban bekerjasama dengan temannya yang bernama Delfi.
" Korban mengatakan dikeroyok bersama dengan rekannya. Akibatnya korban mengalami luka sobek dibagian dagu, kening sebelah kiri lebam bengkak, kepala bagian belakang terasa sakit, pinggang belakang sebelah kiri terasa sakit, leher sebelah kiri memar," ungkap Polius, Senin (8/1/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/gelper_20170927_200314.jpg)