Rokan Hilir
52 Warga Binaan Berdesakan Dalam Satu Ruang Tahanan
Sekitar 52 warga binaan memadati satu ruang tahanan di Rutan Cabang Bagansiapiapi
Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang
TRIBUNDUMAI.COM,BAGANSIAPIAPI - Sekitar 52 orang warga binaan memadati satu ruang tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi rutan yang kelebihan kapasitas ini sungguh memilukan. Satu ruang tahanan di Rutan Bagansiapiapi maksimql berisi 20 orang warga binaan.
Kondisi ini terlihat di 14 dari 16 ruang tahanan di Rutan Cabang Bagansiapiapi. Kamar ini berjejer seperti Letter U. Dua ruang tahanam yakni 15 dan 16 hanya berisi sekitar 45 warga binaan.
Mereka kebanyakan adalah para warga binaan yang lanjut usia. Pihak rutan sengaja memberlakukan hal itu. "Kalau di dua kamar itu memang khusus lansia, kondisinya tidak mungkin sempit," papar Kepala Rutan Cabang Bagansiapiapi, Jupri Jabbar kepada Tribun, Kamis (11/1/2018).
Ia menyebut kondisi ini karena minimnya ruang bagi warga binaan yang jalani proses hukum di sana. Rutan cabang di kawasan Pesisir Timur Sumatera hanya mampu menampung 98 orang warga binaan. Kondisi per 11 Januari 2018 ada 806 warga binaan berdesakan di dalam ruang tahanan yang ada.
Banyak dari warga binaan tersangkut perkara narkoba. Mayoritas merupakan warga binaan lelaki. Jumlahnya mencapai 784 orang warga binaan lelaki, 14 orang perempuan dan 8 orang warga binaan anak.
Banyak dari mereka sudah berstatus Narapidana. Total jumlah narapidana mencapai 512 orang. Rinciannya yakni 500 orang lelaki dan lima perempuan.
Ada juga tujuh orang anak lelaki. Jumlah tahanan di rutan mencapai 294 orang.
Mereka yakni 284 orang lelaki dan sembilan orang perempuan, serta satu tahanan anak lelaki.
Jupri enggan menyebut Rutan Bagansiapiapi sebagai rutan terpadat di Indonesia. Ia menyebut status disematkan lantararn Rutan Bagansiapi api berstatus cabang. Ia mengatakan masih ada rutan lain yang isinya mencapai ribuan.
Maraknya aksi kriminal berdampak pada padatnya penghuni Rutan Bagansiapiapi.
Ia mengaku bahwa aksi krimina terus meningkat. Jupri punya cara untuk mengantisipasi kerusuhan karena padatnya penghuni rutan.
Ia berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan para penghuni rutan. Ia memilih berpakaian preman agar bisa merangkul para warga binaan. "Ada cara sendiri untuk mengantisipasi keributan, harus ada pendekatan dengan para warga binaan," ulasya.(fer)