Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pelalawan

Dalam Dugaan Tipikor Pengadaan Bibit Padi, Pekan Depan Jaksa Turun ke Kuala Kampar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan bibit padi di Kecamatan Kuala Kampar.

Penulis: johanes | Editor: Muhammad Ridho
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan bibit padi di Kecamatan Kuala Kampar. Proyek pengadaan itu dilaksanakan tahun 2017.

Kepala Kejadi Pelalawan, Tety Syam, melalui Kepala Seksi Intelijen Arri HD Wokas, kepada tribunpelalawan.com menyatakan, akan turun langsung ke lapangan. Untuk mengecek pemberian bantuan bibit tanaman padi kepada petani di desa-desa yang ada di Penyalai, nama lain dari Kecamatan Kuala Kampar. Sekaligus mengumpulkan bahan serta keterangan yang diperlukan dari para penerima bibit.

"Pekan depan kita jadwalkan ke Kuala Kampar. Semestinya minggu ini kesana, lantaran banyak kegiatan kita undur," jelas Arris HD Wokas kepada tribunpelalawan.com, Rabu (17/1/2018).

Arri menegaskan, pihaknya masih sebatas pengumpulan bahan dan keterang serta data. Atas laporan dari masyarakat tentang dugaan Tipikor pengadaan bibit padi yang diserahkan kepada nelayan.

Mengingat jarak tempuh ke Kuala Kampar cukup jauh darri Pangkalan Kerinci, jaksa akan menginap di lokasi. Apalagi letaknya berada di daerah pesisir Pelalawan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kepulauan Riau.

"Ngak mungkin berulang-ulang turun kesana. Jadi kita akan menghimpun semua bahan, keterangan, dan datanya," tambah Arri.

Pengdaan bibit tanaman padi yang sedang ditelisik jaksa ada dua item. Bantuan yang dibiayai oleh APBD Pelalawan dan bantuan serupa yang dibiaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Dengan pagu anggaran Rp 500 juta lebih. Diduga ada penyimpangan dalam menyalurkan bibit padi ini. Sebab banyak bibit yang tidak tumbuh saat digunakan petani. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved