Dari Kayu Meranggas Hingga Walet Bertengger di Kabel Listrik, Suasana Siak Malam Hari

Lampu-lampu menyemburkan cahaya teratur di tepian sungai. Sesekali kapal tongkang pengangkut akasia memecah kesunyian

Dari Kayu Meranggas Hingga Walet Bertengger di Kabel Listrik, Suasana Siak Malam Hari
Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Dari Kayu Meranggas Hingga Walet Bertengger di Kabel Listrik, Suasana Siak Malam Hari 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Lampu-lampu menyemburkan cahaya teratur di tepian sungai. Sesekali kapal tongkang pengangkut akasia memecah kesunyian. Dari kejauhan, jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) seakan menghias belantara dengan semburan cahaya yang apik.

Menjelajahi kawasan istana Siak, kota China dan tepian sungai Siak di malam hari sangat memberikan nuansa yang berbeda. Pada siang hari, suhu kota Siak sangat panas. Jika Anda berkesempatan jalan-jalan di kota Siak pada malam hari, mata akan terbelalak melihat keindahan cahaya yang menghiasi struktur bangunan dan sungai.

Turap dengan panjang mencapai 885 meter benar-benar membuat hati terpukau. Berbagai lampu yang dipasang di kawasan yang berada di depan istana Siak ini membuat suasana kian hidup. Bagi pecinta photography, terdapat banyak sekali spot untuk dibidik. Bahkan, kawasan yang dinamakan Tepian Bandar Sungai Jantan ini juga sangat ramah bagi pehobi foto selfie.

Hanya saja, kota yang berpenduduk kurang lebih 25 ribu jiwa ini masih terasa sepi. Pukul 22.00 WIB, kawasan yang eksotik itu sudah ditinggalkan orang. Para pemancing tradisional yang tidak seberapa jumlahnya mencoba mengail untung. Meskipun mereka lebih sering pulang kosong ketimbang mendapatkan seekor dua ekor ikan patin.

"Ikannya mungkin sudah sedikit, susah mendapatkannya. Apa karena air tercemar limbah pabrik kali ya" kata Edy yang terus mencoba melempar umpan ke tengah sungai, Rabu(17/1/2018).

Meski begitu, Edy dan kawan-kawannya tetap saja memancing di kawasan turap. Kadang mereka mendapat tamu dari sekelompok bujang tanggung yang suka begadang malam. Sesekali gerombolan Satpol PP lewat karena sedang menjalankan tugas patroli. Kepada Tribun dan rombongan, dia sempat berkelakar.

"Ini umpannya coklat," kata dia sambil menunjuk setungkus tempe yang digantung di tempat duduknya.

Menikmati keindahan tepian Sungai Siak, bisa dimulai dari depan Istana Siak. Parkirkan kendaraan di dekat lapangan Siak bermadah. Berjalanlah sekitar 100 meter arah ke sungai, ada beberapa spot yang sangat pantas mengisi galery foto telepon genggam kita.

Sebuah tugu bermaterial perunggu berdiri tegak di lapangan itu. Tugu ini setinggi 3,5 meter, lebar 4 meter dan diameter dudukan patung 5,5 meter. Lingkarannya diperkaya dengan relief penyerahan kedaulatan kepada presiden RI Soekarno. Tugu naga bertangkup itu menampilkan lambang kerajaan Siak. Di bagian bawah dihiasi air mancur kecil-kecil di sekelilingnya. Tugu itu tampak kian cocok menjadi spot photo karena ditembak cahaya beragam lampu.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved