Istana Siak Dibakar

Masih Ingat Pelaku Pembakar Istana Siak, Begini Kondisinya Sekarang

Sudah 6 hari pelaku Tengku Said Abdullah (TSA) diantarkan ke RSJ Tampan. Di sana, TSA berada dalam ruangan khusus.

Istimewa
Pelaku percobaan pembakaran istana Siak, TSA 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Masih ingat tentang peristiwa percobaan pembakaran Istana Asherayah al Hasyimiyah Siak? Sekarang pelakunya sudah berada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru.

Kapolres Siak AKBP Barliansyah melalui Kasat Reskrim AKP Hidayat Perdana mengatakan, sudah 6 hari pelaku Tengku Said Abdullah (TSA) diantarkan ke RSJ Tampan. Di sana, TSA berada dalam ruangan khusus.

"Kita tunggu sampai 14 hari kerja, apakah ada perkembangan dari observasi yang dilakukan pihak RSJ terhadap tersangka. Inikan baru 6 hari, masih ada waktu," kata dia, Senin (22/1/2018).

Ia menguraikan, jika selama 14 hari belum ada hasil dari observasi tersebut, waktu akan ditambah selama 14 hari kedepannya. Barulah proses hukumnya kembali ditindaklanjuti sebagai tersangka kasus pengrusakan cagar budaya.

"Kita lakukan observasi ke RSJ karena tersangka sebelumnya pernah mengalami gangguan jiwa. Keluarganya juga mengatakan dia sedang sakit saat melakukan perbuatannya pada 8 Januari lalu," kata dia.

Tidak hanya itu, AKP Hidayat juga menyebut kalau hasil observasi RSJ mengatakan si tersangka tidak mengalami gangguan jiwa, proses penyidikan akan terus dilakukan. Sampai berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan.

Dalam menangani kasus tersebut, pihak Polres Siak mendapat dukungan Bupati Siak Syamsuar dan jajaran. Sehingga tidak ada intervensi pihak tertentu meskipun orangtua pelaku, Syarifah Nadhira mengakui keluarganya merupakan kerabat kesultanan Siak dan pewaris sah sultan Siak.

"Semuanya sama di mata hukum, jadi tidak ada intervensi saat kami menjalankan tugas," tambah dia.

Perbuatan TSA tersebut melanggar
pasal 105 UU Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya dan atau pasal 64 ayat 1 UU nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Tersangkan diancam dengan kurungan selama 15 tahun maksimal.

Sementara itu, Syamsuar menberikan apresiasi kepada Polres Siak yang telah berhasil nengungkap pelaku percobaan pembakaran Istana. Apalagi pengungkapan ini tidak sampai 34 x 24 jam. Bahkan, Syamsuar langsung mendatangi Polres Siak kala sang pelaku sudah digelandang ke Mako Polres Siak.

"Kita tentu saja tidak terima perbuatan tersebut. Untuk itu, kita ucapkan terimakasih kepada polisi, dan kita minta pelaku dihukum sesuai aturan berlaku," kata dia.

Tidak hanya itu, Syamsuar juga menyebut pihaknya sudah kembali membenahi istana Siak. Sehingga pada 10 Januari 2018, istana peninggalan Sultan Syarief Kasim itu kembali dibuka untuk pengunjung umum. Pakaian replika kesultanan pada patung diorama yang robek terbakar sudah diganti. Begitupun dengan kain gorden replika kesultanan yang terbakar sudah diganti kembali.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved