Advertorial

Maksimalkan PAD dengan Jemput Bola ke Masyarakat

Penyumbang terbesar peningkatan PAD tahun 2017 berasal dari pajak daerah meningkat 13,87 persen atau Rp2,751 triliun.

Maksimalkan PAD dengan Jemput Bola ke Masyarakat
istimewa
¬†Gubernur saat meninjau pembangunan proyek Siak IV yang dibangun menggunakan APBD dimana asalnya dari PAD 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dalam dua tahun terkahir, angka pendapatan asli daerah (PAD) menunjukkan tren menggembirakan. Mencapai sepertiga dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), pendapatan asli daerah yang dihimpun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau maksimal mendukung pembangunan infrastruktur seperti penyelesaian Jembatan Siak IV dan pelunasan hutang Main Stadium Riau.

Realisasi PAD tahun 2017 Provinsi Riau mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp3,094 triliun dibanding realisasi tahun 2016 yang berada di angka Rp2,872 triliun. Penyumbang terbesar peningkatan PAD tahun 2017 berasal dari pajak daerah meningkat 13,87 persen atau Rp2,751 triliun. Sementara tahun 2016 berada di angka Rp2,417 triliun.

Pemaksimalan PAD memang menjadi perintah Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada jajarannya."Yang penting kepala organisasi perangkat daerah memaksimalkan unit pelaksana teknis dan potensi-potensi yang ada,"kata Andi Rachman begitu Gubri akrab disapa.

Andi menegaskan penggarapan potensi PAD harus serius digarap. Ini termasuk memperbaiki pelaporan dan pengawasan penerimaannya yang dilakukan dengan transparan.

"Pendapatan asli daerah bukan sekadar pelengkap pada penyusunan anggaran. Itu justru merupakan dasar untuk membuat kegiatan yang bisa dituangkan dalam rencana kerja,"tegasnya.

Kontribusi pajak daerah terhadap APBD menunjukkan tren peningkatan. Jika pada tahun 2016 kontribusi pajak daerah sebesar 34,83 persen, maka tahun 2017 meningkat menjadi sebesar 36,30 persen dari total APBD Riau yang berada di angka Rp11 triliun.

Untuk Riau, total dana perimbangan pada tahun 2016 adalah Rp3,822 triliun. Berselang setahun, jumlah ini meningkat menjadi Rp4,539 triliun. Peningkatan terjadi karena Pemerintah pusat sudah memenuhi komitmen menyalurkan seluruh dana perimbangan yang tertunda penyalurannya dari tahun 2013 sampai 2015.

Jika dirincikan, PAD Provinsi Riau berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB KB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBN KB), pajak air permukaan (PAP) dan pajak rokok. Dari sumber-sumber tersebut, tren dari tahun 2016 ke tahun tahun 2017 menggembirakan.

Tahun 2016 lalu Bapenda Provinsi Riau menghimpun PKB hampir Rp850 miliar, BBNKB Rp600 miliar, PBBKB Rp610 milair lebih, PAP dan pajak rokok Rp300 miliar lebih. Sementara itu, tahun 2017 peningkatan terhadap hampir di semua bidang. Tahun lalu PKB berada di angka Rp910 miliar, BBNKB hampir Rp750 miliar, PBB Rp700 miliar, PAP dan pajak rokok hampir Rp350 miliar.

Kepala Bapenda Riau Indra Putra Yana Kepada Tribun Selasa (23/1) mengatakan, untuk menggenjot PAD, pihaknya giat melakukan penegakan hukum dan bersama instansi terkait menyasar beberapa sumber pajak lebih maksimal.

Halaman
12
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved