Selasa, 2 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kampar

Panen Raya di Pulau Tinggi, Satu Hektar Mampu Hasilkan 6,8 ton per Hektare

Azis menyelesaikan pemanenan menggunakan alat itu untuk satu petak sawah hanya 15 menit.

Tayang:
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Afrizal
tribunpekanbaru/nando
Bupati Kampar Azis Zaenal menggunakan mesin pemanen padi Harvester Combine pada panen raya di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar salah satu lumbung padi di Kampar.

Petani di desa ini panen raya yang dimulai, Rabu (24/1/2018).

Pada panen raya tahun ini, petani mendapat bantuan mesin alat pemanen Harvester Combine.

Dimulainya panen raya ditandai dengan pengoperasian alat canggih ini oleh Bupati Kampar, Azis Zaenal yang hadir pada kesempatan itu.

Azis menyelesaikan pemanenan menggunakan alat itu untuk satu petak sawah hanya 15 menit.

Meski awalnya ia tampak tidak akrab dengan mesin itu, namun bisa mengoperasikannya di bawah bimbingan seorang operator.

Baca: Pria di Dumai Miliki 1145 Pil Ekstasi, 600 Lebih Disimpan di Bawah Pot di Rumah

Baca: Takut Dipreteli, Satpol PP Jaga Bekas Mobil Dinas DPRD di Kantor BPKAD Pelalawan 24 Jam

Baca: PSPS vs Bali United, Victor Pae Dipastikan Tak Turun di 2 Laga Sisa Piala Presiden 2018

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kampar, Hendry Dunan mengungkapkan, panen raya di desa itu untuk 105 hektare dari 170 hektare sawah di Pulau Tinggi.

Ia menyebutkan, dengan alat tersebut mampu memanen satu hektare dalam satu jam.

"Ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk menggenjot produksi padi di Kampar," ungkap Hendry.

Pada masa tanam, kata dia, DPTPH juga sudah memulai dengan inovasi teknologi dan mekanisasi pertanian.

Hendry mengklaim, upaya ini telah berhasil meningkatkan produksi beras.

Sebelumnya hanya 4 sampai 5 ton per hektare untuk sekali panen, sekarang sudah menjadi rata-rata 6,8 ton per hektare. 

Meskipun panen raya, Pemerintah Kabupaten Kampar harus menuruti rencana Pemerintah RI untuk mengimpor beras yang sedang hangat diperbincangkan.

Ini dikarenakan swasembada beras belum tercapai di Kampar.

Persoalannya, petani lokal diperhadapkan dengan persaingan harga dengan beras impor.

Sebab dikhawatirkan, harga jual beras lokal bisa lebih tinggi dari pada beras impor.

Bupati Kampar, Azis Zaenal tidak menampik akan hal itu.

Namun, kata dia, persoalan ini dihadapi oleh seluruh negeri penghasil beras.

"Semua negeri mengalaminya. Vietnam juga begitu," katanya di lokasi panen raya padi di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar, Rabu (24/1/2018).

Azis mengatakan, Pemkab Kampar sedang berupaya mencari solusi lain untuk mengatasi persaingan harga ini.

Satu-satunya cara, kata dia, menekan biaya pra-panen yang dikeluarkan petani.

"Sekarang kan, antara belanja sebelum sampai panen dengan penghasilan, deltanya sangat tipis," ungkap Azis.

Oleh karena itu, produksi harus ditingkatkan dengan belanja pra-panen yang sedikit.

Sehingga penjualan padi petani lebih besar, di samping kebutuhan sehari-hari juga terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kampar, Hendry Dunan mengungkapkan, kebutuhan beras di Kampar mencapai 120.000 ton per tahun.

Sedangkan produksi beras masih sekitar 32.000 ton pada tahun 2016.

"Berarti kita (Kampar) belum swasembada. Kebutuhan belum terpenuhi," ujar Hendry.

Ia menyebutkan, saat ini di Kampar, hanya ada 5.600 hektare sawah yang aktif berproduksi.

Sedangkan untuk menambah sawah baru, kata dia, tidak memungkinkan lagi.

"Kita nggak punya lahan lagi (untuk cetak sawah baru)," kata Hendry.

Menurut dia, produksi beras di Kampar dapat ditingkatkan dengan pengaktifan lahan persawahan yang terlantar.

"Lahan yang dulunya sawah, sekarang banyak yang terlantar," ungkap Hendry.

Di samping itu, optimalisasi lahan juga dilakukan.

"Dari panen yang sekali setahun, menjadi dua kali setahun atau bahkan dua setengah kali," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved