Polda Riau Bantah Anggotanya Terlibat Politik Praktis
Terkait hubungan FD dengan sekolah tersebut, Guntur merinci jika yang bersangkutan merupakan salah seorang yang dituakan
Penulis: Ilham Yafiz | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Polda Riau secara tegas membantah adanya keterlibatan anggota mereka yang berdinas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru dalam politik praktis Pilkada Riau.
Aparat polisi tersebut berinisial FD. Ia menjadi panitia dalam kegiatan peresmian Madrasah Tsanawiyah Muhamadiyah Gobah di Kabupaten Kampar. Saat itu, satu di antara empat pasang Bakal Calon kepala daerah Riau, Firdaus turut hadir dalam kegiatan itu.
Kedatangan Firdaus diketahui tanpa diundang oleh panitia. FD selaku panitia mengaku hanya mengundang Bupati Kampar, tidak pernah mengundang Firdaus.
"Jadi kedatangan bakal calon kepala daerah ke sana bukan diundang. Ia datang bersamaan denga rombongan Bupati," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Tribun, Minggu (28/1/2018).
Persoalan ini sebelumnya sempat mendapat perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kampar. Lembaga pengawas pemilu ini telah memanggil FD untuk dimintai klarifikasi. Bawaslu mengundang FD pada hari Jumat (26/1/2018), hanya saja FD hari itu berhapangan hadir dengan alasan jelas.
"Dia sudah menyampaikan kepada Bawaslu yang mengundang itu secara langsung, kalau dia tidak bisa hadir karena hari Jumat itu dia menikahkan anaknya. Dia minta datang senin," tegas Guntur.
Sementara, terkait hubungan FD dengan sekolah tersebut, Guntur merinci jika yang bersangkutan merupakan salah seorang yang dituakan di lingkungan tersebut dan diminta menjadi panitia.
"Dia ditunjuk masyarakat di sana untuk meresmikan MTS itu, dan mengundang Bupati Kampar, bukan mengundang Bakal Calon," tegasnya.
Lebih lanjut Guntur juga mengatakan jika kehadiran Firdaus dalam kegiatan itu hanya sebentar saja, tidak sampai akhir kegiatan peresmian.
Terkait hal ini, Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang telah menginstruksikan kepada FD untuk menghadiri panggilan Bawaslu pada Senin ini untuk mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya.
"Perintah pak kapolda telah mengetahui ini. Memerintahkan Kompol ini untuk menghadiri undangan hari senin menyampaikan klarifikasi nya ke Bawaslu," sebut Guntur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kabid-humas-polda-riau-kombes-pol-guntur-aryo-tejo_20170215_210005.jpg)