Advertorial

Sektor Pariwisata Jadi Primadona Baru di Riau dengan Tangan Dingin Gubernur

Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector atau sektor unggulan pembangunan

Sektor Pariwisata Jadi Primadona Baru di Riau dengan Tangan Dingin Gubernur
istimewa
Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman 

Semetara itu jumlah realisasi wisman berasal dari pintu masuk bandara internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, priode bulan Januari sampai November masih pada urutan ke-13 nasional. Pada priode bulan Januari sampai November 2016 yaitu sebanyak 28,623 wisman dan pada priode bulan yang sama di tahun 2017 kunjungan wisman yang datang ke Riau sebanyak 36,842 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 8,219 wisman. Sedangkan pada posisi pertama realisasi kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2017 berdasarkan pintu masuk terbanyak adalah Bandara internasional Soekarno Hatta provinsi Banten dengan jumlah wisman 2,532,218 orang, ke-dua Bandara Internasional Ngurah Rai Bali yaitu, 5,374,756 orang dan urutan ke-tigaBandara internasional Kuala Namu Medan, sebanyak 220,078 wisatawan mancanegara.

Selanjutnya, berdasarkan data yang dirangkum oleh Dinas Pariwisata provinsi Riau, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berasal dari pintu masuk utama dan di luar pintu masuk utama, tercatat 91.484 orang, melebihi jumlah pada tahun 2016 sebelumnya yaitu 66.130 orang. Jumlah ini terjadi peningkatan kunjungan wisman sebanyak 25,354 orang. Bahkan jumlah tersebut juga sudah melampaui target pada tahun 2017 yang mencapai 54.388 orang.

Peningkatan Sumber Daya Pariwisata Riau

Dalam meningkatkan ketersediaan Sumber Daya Pariwisata (SDP) yang handal, Dinas Pariwisata (Dispar) provinsi Riau bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Lancang Kuning Nusantara, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan didukung juga oleh Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-provinsi Riau, telah melaksanakan kegiatan pembinaan dan sertifikasi tenaga kerja bidang pariwisata.

Pembinaan LSP Bidang Pariwisata diperuntukan kepada tenaga di bidang pariwisata dalam bentuk kegiatan bimbingan teknis manajemen pengelolaan objek pariwisata dengan sasarannya para pemilik dan pengelola objek wisata, serta tenaga kerja hotel dan restoran. Maksud dan tujuan kegiatan ini yang pertamaadalah agar terlaksananya sertifikasi terhadap tenaga kerja bidang pariwisata di provinsi Riau, dalam bentuk kegiatan uji kompetensi, Ke-dua adalah tersusunya pola perjalanan pariwisata di Riau, agar bertambahnya pola perjalanan pariwisata di Bumi Lancang Kuning yang siap menjadi paket pariwisata dalam bentuk kegiatan penyusunan bentuk atau model perjalanan paket wisata.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data kegiatan sertifikasi tenaga kerja bidang pariwisata LSP Lancang Kuning Nusantara, jumlah tenaga kerja (Hotel dan Restoran, Kepemanduan wisata, Biro perjalanan wisata) yang telah mengikuti pembinaan dan sertifikasi sebanyak 2482 orang. Kegiatan ini dibiayai melaui APBD, APBN dan biaya mandiri. Adapun rincian jumlah para tenaga kerja bidang pariwisata yang telah mengikuti kegiatan tersebut, pada tahun 2014 sebanyak 21 orang, tahun 2015 diikuti 865 orang, pada tahun 2016 yaitu 700 orang dan di tahun 2017 berjumlah 896 orang.

Menurut wakil Sekjen DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Osvian Putra, program pembinaan dan sertifikasi tenaga kerja bidang pariwisata yang telah dilakukan oleh pemerintah dan stakeholder terkain lainya saat ini sangatlah positif. ‘’Pembinaan yang dilakukan dalam bentuk pelatihan mulai dilakukan sesuai keinginan "pasar," dan materi yang diberikan sudah bersifat tematik sesuai dengan tema pelatihan yang diadakan,” kata Osvian Putra.

‘’Dampak dari pelatihan yang diadakan selama ini antara lain adalah bahwa mayoritas tenaga kerja bidang pariwisata sudah tersertifikasi dengan kualitas kerja sesuai standar nasional yang secara teknis disebut Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia  (SKKNSI) sektor pariwisata,’’ ungkap Osvian, pria yang juga menjabat sebagai pembina DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) provinsi Riau.

Osvian Putra melihat, gaya pemerintah pemerintah provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata, saat ini adalah menerapkan konsep Pentahelix (Akademisi, Industri/Pelaku Pariwisata, Pemerintah, Media, Komunitas), dimana pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memajukan dan mendorong sektor ini agar sesuai dan sejalan dengan cita-cita pemerintah pusat untuk menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa utama negara di masa depan.

Menurutnya, yang paling banyak mendorong kepariwisataan Riau saat ini adalah, peran media (terutama media online, media sosial serta netizen) serta komunitas kelompok-kelompok masyarakat peminat dan pencinta pariwisata. “Saya berharap kedepan pemerintah bisa memberikan insentive kepada pihak-pihak yang bergerak di sektor ini sebagai stimulus untuk mempercepat laju pertumbuhan kegiatan kepariwisataan di Riau,’’ pungkas Osvian Putra.

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved