Breaking News:

Advertorial

Gubernur Andi Rachman Optimistis Riau Pusat Peternakan Sapi Terintegrasi

Melalui Upsus Siwab, dengan hanya mengoptimalkan sapi indukan yang ada, memberi nilai tambah hingga Rp55 miliar pada peternak.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Afrizal
Foto/Istimewa
Gubernur Arsyadjuliandi Rachman melihat seekor sapi induk dalam satu kegiatan yang ditaja Dinas Peternakan Riau beberapa waktu lalu. 

Di Riau program Upsus Siwab terbagi atas layanan inseminasi buatan untuk Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Kampar Kuantan Singingi, Siak, Dumai dan Pekanbaru. Sementara kawin alam di Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Meranti dan Indragiri Hilir.

Dalam program yang dibiayai oleh APBN sebesar Rp.13.185.877.000,00,- dan APBD Rp8.900.000.000,00,- ini dicapai target bunting hampir 40 ribu ekor sapi. Ini dengan kelahiran sapi baru 15 ribu ekor.

"Ini wajib lahirnya 25 ribu ekor. Program ini sangat bagus, paling lama kelahiran terjadi juni. Karena lahir tidak beraturan," imbuhnya.

Pada program ini, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan aktif mendatangi peternak-peternak yang memiliki sapi siap untuk dibuntingkan. Biaya Rp1 juta diperlukan untuk tiap sapi dengan rincian mulai dari Obat (antibiotik dan vitamin), Hormon, Vaksin, Operasional Petugas hingga sarana dan Prasrana inseminasi buatan.

Jika dikalkulasikan, nilai anak sapi yang sudah bisa dipisah dari induknya rata-rata per ekor Rp5 juta, dengan jumlah anak yang lahir per estimasi kelahiran 25.677 ekor di tahun 2017, dihasilkan total sekitar Rp77 miliar.

"Dengan biaya hanya sekitar Rp22 miliar, ada keuntungan Rp55 miliar yang didapatkan peternak," papar Patrianov.

Ini merupakan program unggulan yang akan dijalankan Dinas Peternakan Provinsi Riau ke seluruh kabupaten dan kota di Riau. Namun yang jelas target kebuntingan dan kelahiran melebihi target nasional.

"Bahkan Riau menerima penghargaan sebagai daerah nomor dua perkembangan sapi se-Indonesia, ini capaian yang sangat baik untuk petani Riau," ujar Patrianov.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved