News

VIDEO: Dinsos Riau Asesment 34 Korban Human Trafficking, Terbanyak dari Jabar

Dari 34 korban tersebut semuanya bukan warga Riau. Paling banyak berasal dari Jawa Barat, kemudian

Laporan Videografer Tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU -Dinas Sosial Provinsi Riau melakukan asesment terhadap 34 perempuan diduga menjadi korbanTindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC).

Sekertaris Dinas Sosial Provinsi Riau, Suratno, menjelaskan bentuk assesment yang dilakukan tersebut meliputi pendalaman psikologi korban.

"Termasuk juga bagaimana minat dan bakat mereka disamping mental dan spiritual mereka. Bagaimana mereka bisa mandiri, karena kebanyakan mereka yang tergiur dengan tawaran menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) ini karena masalah ekonomi," jelas Suratno, Kamis (1/2/2018).

Menurutnya proses asesment akan dilakukan selama 7 hari sebari berkoordinasi dengan Kementrian Sosial.

"Hasil asesment tersebut nantinya akan kita sertakan kepada Dinsos dimana korban-korban ini berasal. Tentu saja bagaimana mereka tidak binggung dan bisa memperbaiki ekonomi dan lebih produktif," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jajaran Polda Riau melalui Polres Bengkalis terlah membokar kasus dugaan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Rencananya 34 perempuan ini akan dipekerjakan di Malaysia.

Pengungkapan ini berawal dari laporan salah satu korban TPPO bernama Rosita yang merupakan warga Jakarta ke Kepolisian. Rosita dijanjikan bekerja di negara Malaysia dengan gaji menggiyurkan. Namun, janji tersebut ternyata tidak benar.

Dari 34 korban tersebut semuanya bukan warga Riau. Paling banyak berasal dari Jawa Barat, kemudian dari Jawa Tengah, Jakarta dan NTB. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved