Jasadnya Pria Ditemukan di Halte Bus, Tak Ada Tanda Kekerasan, Ini Ternyata Penyebabnya
Penemuan mayat ini membuat heboh masyarakat sekitar. Bahkan pengendara yang lewat banyak yang berhenti melihat.
Penulis: Rizky Armanda | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kanit Reskrim Polsek Senapelan Iptu Aris Gunadi saat dikonfirmasi Tribun menyatakan, pria yang ditemukan jasadnya di dalam halte bus Transmetro di Jalan Jenderal Sudirman Ujung, meninggal dunia karena sakit.
"Tidak ada kita temukan tanda-tanda kekerasan. Meninggal dunia karena sakit," jelas dia.
Jasad pria yang diketahui bernama Efendi Susanto berumur 47 tahun, sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Di mana sebelumnya jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk kepentingan pemeriksaan.
"Jasad korban hanya divisum luar, tidak diautopsi. Pihak keluarga menyatakan sudah merelakan kematian korban dan tidak akan menuntut pihak mana pun," ungkap Aris lagi.
Sebelumnya, sesosok jasad berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak di dalam halte bus Transmetro Pekanbaru, Kamis (8/2/2018).
Tepatnya, halte bus di bawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman ujung, seberang toko Central Baby & Kids.
Sontak saja, penemuan mayat ini membuat heboh masyarakat sekitar.
Bahkan banyak pengendara yang lewat, berhenti untuk melihat kondisi mayat tersebut.
Dari pantauan Tribun, tampak jasad pria tersebut tertelungkup di salah satu sudut halte.
Posisi kepalanya agak menengadah, menyandar ke kursi tembok di dalam halte itu.
Ia memakai baju kemeja warna krim motif garis-garis dan celana pendek warna merah.
Polisi yang datang ke lokasi, sempat memasang police line di sekeliling halte bus itu.
Setelah identifikasi awal, jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/mayat-laki-laki-ditemukan-di-halte-busway-sudirman_20180208_125347.jpg)