Pasar Beringin Rusak Berat, Kades Muara Dilam Ajukan Proposal Ini Pada Pemkab Rohul
Pasar Beringin yang diperkirakan sudah berumur 55 tahun itu kondisinya kini rusak berat dan perlu mendapatkan sentuhan dari pemerintah.
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Kusuma Putra
TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Dalam memberikan kenyamanan kepada pedagang dan pembeli dalam transaksi jual beli di pasar, tentunya diperlukan infrastruktur, sarana dan prasaran pasar yang memadai.
Namun hal itu berbeda dengan Pasar Beringin, Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Pasar Beringin yang diperkirakan sudah berumur 55 tahun itu kondisinya kini rusak berat dan sangat memprihatinkan yang perlu mendapatkan sentuhan dari pemerintah.
Terkait dengan Program Pemerintah hingga 2019 ini akan menargetkan merevitalisasi 5.000 pasar tradisonal. Yaitu dengan mengajukan proposal revitalisasi untuk meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana pasar baik secara fisik maupun pengelolaan yang bersumber dari APBN.
Kepala Desa Muara Dilam Zulfikar mengaku, telah mengajukan proposal untuk Revitalisasi Pasar Beringin Desa Muara Dilam ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Pihaknya berharap proposal yang diusulkan itu bisa terealisasi di tahun 2019.
Ia menambahkan, hal itu dilakukan, sebagai bentuk responsif dan pedulinya Pemerintah Desa Muara Dilam dalam peningkatan infrastruktur Sarana dan Prasarana Pasar demi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Zulfikar menjelaskan, eksistensi Pasar Beringin Desa Muara Dilam merupakan lokomotif perkekonomian masyarakat daerah itu.
Sebab, pasar yang dibangun di era Gubernur Riau Saleh Djasit itu saat ini diisi sekitar 300 pedagang dari berbagai daerah.
"Alhamdulillah proposal untuk revitalisasi Pasar Beringin ini sudah kami ajukan di Disperindag Rohul. Kami berharap tahun 2019 ini bisa terealisasi, karena kondisi pasar ini kondisinya rusak berat dan sudah tidak layak lagi. Yang berjualan disini lebih 300 pedagang, seperti dari Pasir Pengaraian, Muara Rumbai, Kepenuhan, Duri dan Ujung Batu. Kami berharap los pasar ini dipermanenkan," katanya, Minggu (18/2/2018)
Diakuinya, pemerintah Desa Muara Dilam sudah tiga kali mengajukan untuk perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana Pasar Beringin ke Pemkab Rohul, namun tak kunjung terealisasi.
Ia menambahakan, dalam proposal yang sudah diajukannya ke Disperindag Rohul, Pemerintah Desa Muara Dilam menganggarkan Rp 2.5 Milyar untuk revitasliasi 35 Los di Pasar Beringin yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN.
Menurutnya, dengan terealisasinya pembangunan pasar Beringin tersebut salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pembangunan infrastruktur pasar bisa dipastikan akan merangsang pertumbuhan ekonomi di semua tingkat masyarakat.
"Pasar Beringin ini berperan penting dalam penggerak ekonomi rakyat. Kehadiran pasar diharapkan bisa semakin menggeliatkan perekonomian warga. Pasar Beringin ini sangat perlu direvitalisasi agar pemanfaatannya maksimal. Jika roda perekonomian meningkat, insya Allah sudah otomatis kesejahteraan masyarakat juga meningkat," tutupnya. (*)