BBKSDA dan Balai TNTN Tidak Tahu Kedatangan Menteri KLHK

Kedatangan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) ke Riau akhir pekan lalu ternyata juga tidak diketahui oleh anak buahnya

Foto/Istimewa
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Sabtu (17/2/2018) kemarin secara diam-diam berkunjung ke Provinsi Riau. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Kedatangan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) ke Riau akhir pekan lalu ternyata juga tidak diketahui oleh anak buahnya di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Kepala BBKSDA Riau, Hariyono saat dikonfirmasi Tribun, Senin (19/2/2018) mengaku tidak mengetahui kedatangan Menteri Siti Nurbaya akhir pekan lalu ke Riau.

"Wah saya tidak tahu nas, kebetulan lagi di Jakarta, coba ke Balai TNTN," ujarnya menyarankan Tribun menghubungi Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Tribun mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Balai TNTN, Suoartono melalui sambungan telepon. Setali tiga uang, ia juga tidak mengetahui kehadiran Menteri Siti Nurbaya ke Riau.

"Gak tahu saya mas, gak ada. Kita malah tahunya dari pemberitaan saja," sebutnya.

Berbeda dengan dua lembaga resmi oemerintan tersebut, Lembaga Non Pemerintah yang bergerah di lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi Riau) menyatakan mengetahui kedatangan Menteri.

Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan mengatakan jika kedatangan menteri saat itu mendadak. Agendanya terkait rencana percepatan usulan masyarakat dalam skema perhutanan sosial.

"menteri ke riau datang itu terkait persoalan percepatan usulan masyarakat dalam skema Perhutanan sosial. Ada dua usulan masuk yaitu gunung sahilan dan giri sako," sebut Riko.

Ia juga menjelaskam jika kehadiran menteri untuk melihat langsung kesiapan masyarakat di lapangan. Menariknya, skema ini kata Riko merupakan bagian dari rencana pemulihan kawasan TNTN. Berbeda dengan keterangan Balai TNTN dan BBKSDA Riau yang tidak mengetahui kedatangan Menteri dan agendanya, Walhi justru lebih faham secara detail kunjungan mendadak tersebut.

Ia juga mengetahui skenario kedatangan Menteri yang dilakukan terkesan diam-diam yang disebut Riko sebagai skema operasi intelijen.

"Terkait release pemulihan ekosistem tesso nilo berbasiskan masyarakat. Karena ini ada beberapa operasi intelijen terkait penegakan hukum di sana," tandasnya.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved