Soal Kebakaran di Chinatown Siak, Tim Damkar BPBD Siak Merasa "Disemprot" Banyak Pihak

Kebakaran kompleks pecinan atau Chinatown Siak, Sabtu (17/2/2018) dini hari menyisakan banyak cerita.

Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Salah satu petugas tampak menenteng kamera di puing-puing bekas kebakaran kompleks pecinan Siak, Senin (19/2/2018) sore. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kebakaran kompleks pecinan atau Chinatown Siak, Sabtu (17/2/2018) dini hari menyisakan banyak cerita.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Siak merasa "disemprot" banyak pihak, dengan tudingan lamban, armada rusak dan tidak gesit.

Tudingan itu sempat diklarifikasi Kepala Damkar BPBD Siak Irwan Pryatna melalui akun facebooknya. Ia membantah tudingan tersebut, dan merasa disudutkan. Padahal dia merasa sangat kewalahan mengalahkan kobaran api subuh kejadian.

Kepada www.tribunsiak.com, ia mengakui memang terlambat mendapatkan informasi kejadian itu.

"Kami terlambat diberitahu oleh pihak korban. Begitu kami mendapat informasi kami langsung bergerak, dan sekitar 5 menit kami sudah sampai di lokasi," kata Irwan, Selasa (20/2/2018).

Sesampainya di lokasi, kata Irwan, pihaknya belum bisa menembakkan air ke kobaran api. Alasannya, listrik masih menyala sedangkan masyarakat sudah banyak yang menonton.

Jika ditembakan air pada kobaran api kala listrik masih menyala, ia khawatir bakal memakan korban kesetrum. Sehingga ia harus selama kurang lebih 10 menit agar listrik dimatikan.

"Kami sudah di TKP sejak pukul 03.10 WIB. Kami berada di depan Ruko Modis. PLN Masih hidup dan Banyak Percikan api dari kabel lampion yang melintang pukang di jalan, disusul ledakan ratusan mercon," kata dia.

Selain terlambat mendapat telepon warga, pihaknya juga sulit mendapatkan akses pada titik-titik api. Karena sebagian besar roling door toko tidak dibuka.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved