Tiga Helikopter Permintaan Riau Masih Proses di Pusat

2 heli yang diminta untuk water bombing (WB), dan 1 heli untuk patroli itu masih berproses di pusat.

Tiga Helikopter Permintaan Riau Masih Proses di Pusat
Ist
Pemadaman karhutla si TNTN Desa Air Hitam Kecamatan Ukui dibantu Helikopter Water Bombing. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan Kamis (3/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau, melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Riau, telah mengajukan permintaan bantuan 3 Helikopter, kepada Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB). Untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Riau, pasca penetapan status siaga darurat bencana Karhutla.

Namun sampai saat ini menurut Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, mengatakan 2 heli yang diminta untuk water bombing (WB), dan 1 heli untuk patroli itu masih berproses di pusat. Menurut Edwar Sanger dalam waktu dekat akan tiba di Riau.

Sejauh ini Pemadaman untuk kebakaran yang terjadi diwilayah Riau, masih dibantu oleh Helikopter yang ada pada perusahaan Sinar Mas, dan melalui tim Satgas darat, di Kabupaten Kota.

"Heli yang kita minta belum sampai, masih dalam proses. Kita berharap secepatnya dikirim ke Riau, agar Karhutla yang telah terjadi di beberapa wilayah bisa dijangkau dengan water bombing. Sekarang masih bisa di tangani oleh tim darat dan bantuan dari perusahaan," ujar Edwar Sanger.

Edwar Sanger bersyukur dalam dua hari ini tim Satgas terbantu dengan hujan yang mengguyur wilayah sebagian besar Riau. Namun tetap juga ada pemadaman dari udara dengan bantuan Helikopter Super Puma PK, milik Sinar Mas.

"Jadi ada Helikopter dari Sinar mas. Kita juga mengirimkan pompa air permintaan tim darat untuk memadamkan api yang bisa terjangkau. Hujan beberapa hari ini ikut membantu memadamkan titik api yang ada di wilayah Riau," jelas Edwar Sanger.

Untuk kebakaran sendiri menurut Edwar Sanger saat ini terjadi dibeberapa wilayah terutama di daerah pesisir Riau mulai dari Bengkalis, Kota Dumai, Meranti juga terjadi kebakran hutan, termasuk di Kabupaten Pelalawan.

"Kita memang sangat butuh Helikopter untuk distandby kan di Dumai nantinya, sehingga memudahkan Pemadaman yang sulit ditangkap, "jelas Sanger.

Sebagaimana diketahui saat ini sudah lima Kabupaten/Kota yang menetapkan status siaga darurat Karhutla diantaranya, Inhil, Bengkalis, Pelalawan, Dumai, Meranti. Sedangkan daerah lainnya akan menyusul untuk memaksimalkan penanganan pencegahan.

"Yang menetapkan status itu ya lima Kabupaten/Kota, yang juga akan menyusul. Kita mendorong agar segera menetapkan status Siaga Darurat, "jelasnya.

Setelah ditetapkan status siaga darurat Karhutla ini maka selanjutnya Menurut Edwar pihaknya Satgas akan melakukan kordinasi dengan Provinsi tetangga terutama Sumsel dan Jambi.

Selain Riau sudah ada beberapa Kabupaten yang menetapkan status di Indonesia diantaranya Kalsel, Kaltim, Kaltara, Kalbar. Kemudian Sumsel dan Jambi.(*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved