Begini Antusias Dekranasda Kampar Belajar di Rumah Batik Andalan

"Kami ingin belajar dan melihat bagaimana mengelola dan mengembangkan batik. Karena ingin mengembangkan batik di wilayah kami," ujarnya

Begini Antusias Dekranasda Kampar Belajar di Rumah Batik Andalan
Foto/Istimewa
Ketua Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar, Nuraini Azis dan anggota Dekranasda Kampar belajar mengembangkan motif batik di Rumah Batik Andalan (RBA) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Setiap daerah di Indonesia sedang mengembangkan batik ciri khas masing-masing, tidak terkecuali Kabupaten Kampar.

Ketua Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar, Nur'aini Azis mengatakan mereka ingin belajar bagaimana Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengembangkan motif batik khas Pelalawan oleh Rumah Batik Andalan (RBA) yang sudah mendapatkan hak paten, salah satunya motif batik bono.

"Kami ingin belajar dan melihat bagaimana CD RAPP mengelola dan mengembangkan batik Pelalawan. Karena ingin mengembangkan batik di wilayah kami," ujar Nur'aini, Senin (26/2/2018) di Rumah Batik Andalan di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT),Townsite II, Pangkalan Kerinci

Saat berkunjung ke Rumah Batik Andalan, Nur'aini tampak antusias melihat proses pembuatan batik. Ia melihat satu persatu proses pengerjaan batik dari mencanting hingga mewarnai.

Kemudian ia juga sempat berbincang-bincang dengan pembatik yang sedang bekerja di sana.

"Saya juga salut kepada CD RAPP karena telah mengajak ibu-ibu di sekitar operasional untuk menjadi pembatik sehingga meningkatkan perekonomian mereka," ucap Nur'aini.

Kedatangan rombongan Ikatan Wanita Riau Andalan (IWARA) dan Tim CD RAPP beserta staff.

"Kami sangat senang dengan kedatangan rombongan dari Kampar. Kami juga sangat senang bisa berbagi ilmu," ucap CD Manajer RAPP, Sundari Berlian yang didampingi Ketua IWARA, Azrina.

Ia menambahkan saat ini Rumah Batik Andalan telah menghasilkan lima motif batik yang sudah dipatenkan diantaranya Bono, Akasia, Lakum, Timun Suri dan Eukaliptus. (*)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved