Meski Pakai Drone, Pengukuran Luas Karhutla Butuh Waktu 4 Hari

Meski peneliti utusan BRG menggunakan drone namun hasil pengukuran tak mungkin didapatkan dalam waktu satu hari.

Meski Pakai Drone, Pengukuran Luas Karhutla Butuh Waktu 4 Hari
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, Edy Afrizal mengatakan, meski peneliti utusan BRG menggunakan drone namun hasil pengukuran tak mungkin didapatkan dalam waktu satu hari.

Menurut Edy, setidaknya pengukuran luas Karhutla menggunakan drone membutuhkan waktu selama 4 hari.

Apalagi kekuatan angin cukup kencang di lokasi Karhutla.

"Kita juga tidak bisa mengukur sekaligus, harus bertahap. Lagipula jangkauan drone yang biasa digunakan paling kuah hanya 8 kilometer dengan ketinggian maksimum 500 meter," ujar Edy Afrizal, Jumat (2/3/2018).

Penggunaan drone dengan jangkauan sejauh 8 kilometer juga kata Edy kerap putus koneksi.

Padahal drone yang mereka miliki kata Edy, mempunyai spesifikasi yang cukup tinggi.

"Dengan daya mampu terbang setinggi 500 meter, drone kami mampu terbang selama 26 menit," ujarnya.

Sebab itu kata Edy, ia merasa heran dengan hasil pengukuran luas Karhutla di Desa Lukun oleh peneliti independen PSB UR yang mengaku sebagai utusan BRG.

"Kalau memang benar hasil mereka, berarti drone yang mereka gunakan sangat canggih dan teori mereka juga baru. Kita akan belajar kepada peneliti independen itu terkait teori yang mereka terapkan dan drone jenis apa yang mereka gunakan," ujarnya. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved