Jaksa Minta Hakim Panggil Paksa Perambah Lahan TNTN, Ini Alasannya

JPU meminta majelis hakim mengeluarkan ketetapan pemanggilan paksa terhadap pemohon sertifikat di atas kawasan hutan tersebut.

Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penerbitan Surat kepemilikan lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) meminta majelis hakim mengeluarkan ketetapan pemanggilan paksa terhadap pemohon sertifikat di atas kawasan hutan tersebut.

Hal ini disampaikan JPU dalam persidangan yang digelar, Selasa (6/3/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Dalam perkara ini duduk sebagai pesakitan enam orang tersakwa dengan empat berkas.

Keenamnya, Zaiful Yusri, Subiakto, Hisbu Nazar, Abdul Rajab, Rusman Yatim, serta Edi Erisman.

JPU mengajukan pemanggilan paksa terhadap saksi Johanes Sitorus selaku pihak pemohon penerbitan sertifikat di dalam kawasan TNTN kepada terdakwa.

Sidang ini sendiri dipimpin oleh Hakim Bambang Miyanto.

"Jadi kita mengajukan permohonan kepada majelis hakim untuk memanggil saksi Johanes Sitorus, selaku pihak pemohon," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkinang, Maruli Affandi kepada Tribun usai persidangan.

Persidangan kali ini ditunda, mengingat tisak hadirnya saksi. Selanjutnya sidang kembali digelar Selasa pakan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Lebih lanjut Maruli menegaskan jika keterangan saksi sangat diperlukan dalam persidangan mengingat posisinya sebagai pihak pemohon atas sertifikan lahan.

Halaman
12
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved