Dumai

6 kali Beraksi, Dua Kali Gagal, Satu dari Komplotan Jambret Berakhir Begini

Polisi akhirnya hadiahi JS dengan timah panas, Rabu (7/3/2018) kemarin. Pria 22 tahun ini terpaksa dapat tembakan.

Internet
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAIKOTA- Polisi akhirnya hadiahi JS dengan timah panas, Rabu (7/3/2018) kemarin.

Pria 22 tahun ini terpaksa dapat tembakan karena berusaha lari dari polisi.

Polisi menangkapnya di kawasan Cendrawasih, Kota Dumai

JS diduga kuat terlibat serangkaian aksi jambret di Kota Dumai.

Baca: Nelayan Naiki Motor Tracker, Bawa Tas Berisi Bungkusan Merah Jambu, Ini yang Dilakukannya

Baca: Cek Kiriman Ortu, Mahasiswi Ini Kaget Saldonya Hilang Rp19 Juta, Nggak Nyangka Pelakunya. . .

Informasi Tribun, JS dan komplotannya sudah beraksi enam kali sejak awal tahun 2018.

Mereka fokus lancarkan aksi di kawasan perkotaan.

Komplotan ini sengaja menyasar kaum hawa yang lengah dengan barang berharga miliknya.

Mereka merampas uang dan ponsel korban.

Para pelaku beraksi secara acak di titik berbeda.

Catatan Polres Dumai, pelaku menyebar di titik berbeda.

Baca: Saat Pintu Terbuka Polisi Temukan Benda Ini Tergeletak di Lantai, Ternyata. . .

Seperti Jalan Janur Kuning, Jalan Tegalega, Jalan Klakap Tujuh, Jalan Hasanuddin dan Kawasan Purnama.

Mereka beraksi dengan sepeda motor Suzuki Sonic bernomor polisi BM 3675 HJ.

Kasatreskrim Polres Dumai, AKP Awaluddin Syam menyebut bahwa aksi pelaku terungkap dari penadah ponsel.

Penelusuran polisi ponsel itu hasil jambret JS dan komplotannya.

Baca: Ilham Menikah, Tapi Tak Ada Personil Smash yang Hadir,

"Jadi kita langsung jemput tersangka. Sebab keterangan penadah mengarah ke JS" ujar Awaluddin, Jum'at (9/3/2018).

Menurutnya, peran JS adalah joki atau pengendara sepeda motor.

Baca: Kapolresta Padang Diganti, Chairul Azis Dimutasi ke Bareskrim Polri

Satu rekannya bertindak sebagai eksekutor.

Keduanya beraksi di enam tempat.

Dua aksi komplotan ini gagal.

Polisi masih memburu rekan korban berinisial PL.

Pria ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Pelaku sendiri terancam terjerat Pasal 363 ayat 1 jo ayat 4 KUHP," ujar Awaluddin. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved