Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dewan Minta Pemprov Riau Lakukan Pemetaan Agar Keberadaan Guru Merata

Ketimpangan jumlah guru yang terjadi antara sekolah perkotaan dengan sekolah pedesaan tingkat SMA/SMK dinilai sangat mencolok.

Penulis: Alex | Editor: Budi Rahmat
Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit
ilustrasi murid belajar 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Ketimpangan jumlah guru yang terjadi antara sekolah perkotaan dengan sekolah pedesaan tingkat SMA/SMK dinilai sangat mencolok.

Oleh karena itu, pihak DPRD Riau meminta Pemprov segera lakukaan pemetaan guru diseluruh kabupaten/kota se-Riau.

Baca: Dipukul Martil Berkali-kali, Perempuan Ini Masih Hidup, Pelaku Lari Setelah Aksinya Diketahui

Baca: Pemuda Ini Ajak Anak 6 Tahun ke Kamar Mandi, Warga Curiga Suara Guyuran Air, Saat Pintu Dibuka. . .

Anggota Komisi V DPRD Riau, Husaimi Hamidi mengatakan, pemetaan guru dan kepala sekolah saat ini sangat penting karena pihaknya menemukan adanya sekolah negeri memiliki kepala sekolah yang belum berstatus ASN.

Baca: VIDEO Detik-detik Atlet Senam Alami Patah Tulang, Gara-gara Salah Lakukan Pendaratan!

"Harus dipetakan berapa kepala sekolah yang PNS, guru yang PNS, apakah jumlahnya sudah sesuai dengan jumalah sekolah negri, karena banyak PNS yang menumpuk di perkotaan dibanding di desa-desa. Data jumlah guru harus ditangani dan dikelola secara baik sehingga jelas, sebenarnya kita kelebihan atau kekurangan guru," kata Hisaimi kepada Tribun, Senin (12/3/2018).

Baca: Istrinya Hobi Belanja, Pria Ini Jusru Percayakan Semua Uangnya Pada Istri, Nggak Nyangka Endingnya

Politisi PPP ini juga meminta dikepada Kadis Pendidikan yang saat ini menjabat sebagai Pj Bupati Inhil, agar serius menghadapi ujian UNBK yang akan diselenggaran bulan April mendatang, sebab masih banyak siswa siswi di pedesaan yang belum memahami komputer.

Baca: Provinsi Dinilai Anak Tirikan Inhil untuk Infrastruktur, Anggota Dewan Ini Sebut Sudah Cukup

"Di pedesaan kita lihat masih banyak anak-anak yang tidak pandai menggunakan komputer, dan ada sekolah yang belum teraliri listrik juga. Bagaimana mereka bisa ujian kalau keadaannya seperti itu. Ini perlu perhatian serius pemerintah, karna untuk tahun ini pemrov sudah menganggarkan anggran pendidikan yang cukup besar," ulasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved