Hasil Uji Laboratorium Limbah PT MAS Belum Keluar, Padahal Sudah Sebulan Dikirim

Sampel air dan limbah PT Makmur Andalan Sawit (MAS) sudah satu bulan dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Pekanbaru.

Hasil Uji Laboratorium Limbah PT MAS Belum Keluar, Padahal Sudah Sebulan Dikirim
Tribun Pekanbaru/ Johannes Tanjung
Ratusan ikan mendadak mati di Sungai Kerumutan Desa Tambun Kecamatan Kerumutan. Fenomena ini sudah dua kali terjadi sepanjang pekan lalu diduga akibat pencemaran limbah perusahaan 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Sampel air dan limbah PT Makmur Andalan Sawit (MAS) sudah satu bulan dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Pekanbaru.

Namun hasil pengujiannya belum keluar hingga kini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan mengirimkan sampel yang diambil sejak fenomena ratusan ikan mati mendadak di Sungai Kerumutan Desa Tambung Kecamatan Bandar Petalangan.

Baca: Istri Kedua Meninggal, Opick Turun ke Liang Lahat Saat Pemakaman

Hasil uji laboratorium dibutuhkan untuk mengetahui air Sungai Kerumutan terkontainasi limbah cair PT MAS atau tidak, yang dihubungkan dengan fenomena ikan mati.

"Belum keluar hasilnya (uji lab). Kami juga masih menunggu itu sampai sekarang," beber Kepala DLH Pelalawan, Syamsul Anwar, Senin (19/3/2018).

Baca: Kepergok Mesum, Sepasang Remaja Dipaksa Berhubungan Intim Bikin Miris, Videonya Beradar Luas

Dalam prosedur uji sampel, hasilnya keluar paling cepat selama 14 hari kerja sejak sampel dikirimkan. Tentu hasil dari lab akan menentukan tudingan selama ini yang dialamatkan kepada PT MAS duduga mencemari Sungai Kerumutan.

"Kalau sudah keluar nanti hasilnya akan kita pelajari dulu," tambahnya.

DLH mengambil lima sampel dari Sungai Kerumutan dan kolam limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT MAS di Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung pada 22 Februari lalu.

Baca: Hibur Anak-anak Penderita Kanker dengan Rayakan Ulang Tahun Bersama

Setelah mendapat laporan ratusan ikan mati mendadak yang terjadi berturut-turut dalam satu pekan.

Warga mengaku fenomena itu sudah berulang kali terjadi dalam rentang waktu satu tahun.

Banyak pihak menduga hal itu disebabkan limbah cair dari PMKS PT MAS, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved