Breaking News:

Harimau Serang Warga

Umpan Dimakan, Tim Akan Naikkan Dosis Bius Untuk Melumpuhkan Harimau Bonita

Tim penembak pun sudah terpisah menjadi 3 tim agar efektif.Untuk penembakan berikutnya kemungkinan dosis dinaikkan

Penulis: Theo Rizky | Editor: Sesri
Polres Inhil untuk Tribun Pekanbaru
Tim terpadu tampak masih melakukan penyisiran di lokasi tertembak biusnya Bonita di Areal Kebun Tembesu PT THIP Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seekor umpan kambing yang dipasang tim  gabungan penyelamat Harimau Sumatera akhirnya dimakan oleh Bonita, Sabtu (17/8/2018) lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo kepada Tribun di Kantor BBKSDA Riau, Senin (19/3/2018).

Dijelaskan Hutomo, umpan kambing itu memang sengaja ditempatkan di daerah jelajah Harimau Sumatera Bettina yang diberi nama Bonita tersebut.

"Kita menggunakan umpan kambing yang sekarang tidak lagi hanya kita pasang di box trap tapi umpan kambing itu kita ikat di sekitar sawit yang menjadi tempat yang dilalui oleh Bonita, tapi dipantau oleh tim, dengan begitu bila ia mangsa satwa umpan, kita bisa lakukan penembakan, jadi yang hari Jumat itu dilakukan penembakan saat itu malam, lalu Sabtu sore kambing sudah dimangsa oleh Bonita," kata Hutomo.

Dikisahkannya, distribusi peralatan untuk pembiusan sudah dilaksanakan sejak hari Kamis (15/3/2018) lalu.

Tim penembak pun sudah terpisah menjadi tiga tim agar efektif.

Baca: VIDEO: Tim Kembali Buru Harimau Bonita di Areal Perkebunan

Baca: VIDEO: Sulitnya Mengevakuasi Harimau Bonita, Ini Kronologis Mencekam Saat Proses Perburuan

"Jumat pagi sudah diterima dan Jumat malam sudah digunakan," ujar Hutomo, namun sayang meski berhasil ditembak bius, Bonita secara cepat sadar dan kabur.

"Informasi lapangan dari dokter tim pada fase pertama penembakan, kita gunakan dosis terendah, itu sebetulnya masih ideal, jadi dosis rendah itu dimaksudkan agar gerakannya melemah kemudian dilakukan penembakan kedua, namun apa daya, karena halangan medan waktu itu, mobil tim terpuruk tidak bisa maju, itulah yang menghambat kita tidak bisa melakukan penembakan selanjutnya (kedua) pada malam itu," jelasnya.

Masih menurut Hutomo, kemungkinan besar, untuk penembakan berikutnya akan digunakan bius dengan dosis medium.

Namun ia memastikan bius tersebut masih aman untuk satwa tersebut.

"Kemungkinan itu yang akan dilakukan oleh tim dokter kita," tutupnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved