Ikan Sarden Mengandung Cacing

Selain Bercacing, Ternyata Produk Ikan Kaleng Palsu Juga Ditemukan di Meranti

Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) juga turut memantau peredaran produk makanan yang mencantumkan registrasi BPOM RI palsu.

Istimewa
Petugas BBPOM Pekanbaru memusnahkan produk makanan yang mencantumkan nomor izin edar BPOM RI palsu di halaman Kantor Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (20/3/2018). 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Selain memantau peredaran produk ikan kaleng bercacing, Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) juga turut memantau peredaran produk makanan yang mencantumkan registrasi BPOM RI palsu.

Hal tersebut untuk menindaklanjuti temuan BBPOM Pekanbaru saat melakukan Sidak ke sejumlah swalayan dan agen sembako di Meranti pada Selasa (20/3/2018) kemarin.

"Saat itu Disperindagkop dan BBPOM menemukan dua produk makanan yang mencantumkan nomor registrasi BPOM RI palsu. Kedua produk tersebut ditemukan di dua syawalan berbeda," ujar Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Armizar, Rabu (21/3/2018).

Baca: Deretan Toko Emas Terbakar, Polisi Dumai Lakukan Penjagaan Biar Tak Ada Orang Masuk

Kedua produk tersebut kata Armizar berupa ikan kaleng sebanyak 38 kaleng dan jamur kaleng sebanyak 12 kaleng merek Golden Champ.

Menurut Armizar, nomor registrasi yang tertera di kedua kemasan tersebut ternyata tidak terdaftar di BPOM RI.

"Di kemasan tersebut memang ada dicantumkan nomor BPOM RI. Namun saat dicek oleh BBPOM RI, ternyata palsu," ujarnya.

Ia menuturkan, selain nomor registrasi palsu, importir kedua produk tersebut juga tidak jelas.

Setelah disita, kedua produk tersebut langsung dimusnahkan di halaman Kantor Disperindagkop UKM.

Baca: Lakukan Sidak, Petugas Temukan Puluhan Ikan Kaleng yang Sudah Kedaluwarsa

Ia juga mengaku sulit menelusuri pemasok produk makanan-makanan yang dikemas oleh perusahaan asal Singapura tersebut.

"Hal itu disebabkan tidak terbukanya pengelola swalayan, namun kami akan menindak tegas jika mereka masih menjual produk makanan dan minuman yang tidak memiliki izin dari BPOM RI," ujar Armizar. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved