Kampar

Targetkan PAD Hingga Rp 82 Miliar, PBB Ternyata Bukan Sektor Penyumbang Paling Besar di Kampar

Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 82 miliar lebih pada tahun 2018 ini.

hippoprayogo.blogspot.co.id
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 82 miliar lebih pada tahun 2018 ini.

PAD bersumber dari 10 sektor pajak daerah.

Terbanyak dari sektor Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar Rp. 44,2 miliar lebih.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kampar, Ali Sabri menyebutkan, PPJ dari yang disetorkan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Dari tagihan penerangan jalan yang kita bayarkan, PLN membayar pajak daerahnya kepada kita," jelas Ali Sabri, Rabu (21/3/2018).

Baca: Miliki Potensi Besar Bapenda Dumai Pasang Alat Perekam Transaksi untuk 2 Sektor Pajak Ini

Baca: Sudah Lama Dijadwalkan Pemkab Kampar-BRK Akhirnya MoU Transaksi Daring

Target terbanyak kedua dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Pemkab Kampar menargetkan sebesar Rp. 17,8 miliar dari sektor ini.

Sedangkan sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkantoran yang berada di posisi terbanyak ketiga, sebesar Rp. 10,25 miliar. (*)

Berikut rincian target PAD dari tiap sektor pajak daerah (dalam Rupiah) :

1. Pajak Hotel : 400.000.000
2. Pajak Restoran : 3.630.234.500
3. Pajak Hiburan : 1.614.764.500
4. Pajak Reklame : 644.456.500
5. Pajak Parkir : 114.092.000
6. Pajak Penerangan Jalan (PPJ) : 44.296.452.500
7. Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan : 1.400.000.000
8. Pajak Air Tanah : 1.850.000.000
9. BPHTB : 17.800.000.000
10. PBB Pedesaan dan Perkantoran : 10.250.000.000

Sumber : Bapenda Kampar. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved