Jadi Rp 8.150 per Liter, Kenaikan Harga Pertalite Provinsi Penghasil Minyak Ini Paling Tinggi

Daerah ini penghasil minyak, seyogya-nya mendapat perlakuan khusus. Tapi sebaliknya, dibuat kebijakan yang sangat tidak pro-rakyat.

Jadi Rp 8.150 per Liter, Kenaikan Harga Pertalite Provinsi Penghasil Minyak Ini Paling Tinggi
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Mahasiswa memegang tulisan-tulisan yang cukup menggelitik saat aksi protes terkait kelangkaan BBM jenis Premium dan mahalnya harga Pertalite yang dilakukan ribuan mahasiswa BEM se Riau di Kantor DPRD Riau, Senin (4/3/2018). Dalam tulisan tersebut ada yang memakai gambar novel dan film Dilan yang saat ini tengah booming. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis pertalite sebesar Rp 200 per liter.

Kenaikan BBM beroktan 90 itu berlaku mulai Sabtu (24/3) ini.

Dengan kenaikan ini, setidaknya Pertamina sudah menyesuaikan harga Pertalite sebanyak dua kali dalam kurun waktu 3 bulan.

Baca: Harga Pertalite Naik, Begini Daftar Harganya Tiap Daerah, Dua Provinsi Ini Paling Mahal

Akan tetapi, besaran kenaikan Pertalite ini berbeda-beda tiap daerah, ada yang Rp 150 per liter dan Rp 200 per liter

Sebelumnya, pada 20 Januari lalu, perseroan telah menaikkan harga Pertalite sebesar Rp100 per liter.

Artinya, kenaikan pertalite sejak awal tahun telah mencapai Rp 300 per liter.

Mengutip situs resmi perseroan, Sabtu (24/3), kenaikan harga pertalite terjadi merata di seluruh wilayah pemasaran di Indonesia.

Setidaknya ada dua daerah yang menjual harga Pertalite paling mahal, yakni di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau yakni sebesar Rp 8.150 per liter.

Kenaikan harga pertalite ini mendapat tanggapan dari sejumlah pihak.

Halaman
1234
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved