Sepekan Lagi, Realisasi Harga Baru Pertalite Akan Diterapkan

Pihak Pansus revisi pajak daerah untuk pajak pertalite, mengagendakan akan dilaksanakan pada Kamis (29/3/2018) besok,

Sepekan Lagi, Realisasi Harga Baru Pertalite Akan Diterapkan
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Pengendara motor tengah mengisi bahan bakar di sebuah SPBU Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Selasa (1/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-- Paling lama satu minggu setelah disahkan pajak pertalite yang disepakati 5 persen oleh pihak Pansus DPRD Riau, maka masyarakat akan langsung mendapatkan harga pertalite yang baru, yakni Rp 7.550 perliter.

Pihak Pansus revisi pajak daerah untuk pajak pertalite, mengagendakan akan dilaksanakan pada Kamis (29/3/2018) besok, melalui sidang paripurna, selanjutnya baru akan diproses ke pihak Pertamina melalui Pemprov Riau.

Wakil Ketua Pansus revisi pajak daerah, Aherson mengatakan, kira-kira seminggu lamanya proses tersebut dilaksanakan baru masyarakat akan bisa membeli pertalite dengan harga baru.

Dijelaskan Aherson, saat pembahasan finalisasi Pansus, ada dua opsi kalimat yang akan digunakan untuk mengubah kata dalam pasal pajak daerah tentang harga BBM, khususnya pertalite tersebut, yakni maksimal 5 persen, dan ditetapkan 5 persen.

Baca: Pajak Pertalite Riau Turun, Hiswana Migas Tak Yakin Pendapatan Pajak Akan Turun Begitu Saja

Baca: Usai Sampaikan Aspirasi di Pertamina, Ribuan Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Riau

Dalam rapat finalisasi tersebut menurutnya disepakati kata yang digunakan adalah, ditetapkan 5 persen. Dengan demikian, realisasi perubahan tersebut bisa dilaksanakan langsung karena sudah ditetapkan dalam revisi Perda tersebut.

"Kalau misalnya dibuat dengan kata maksimal, maka prosesnya akan lama, karena butuh Pergub lagi, dan harus ada penghitungan secara teknis, yang dituangkan dalam Pergub tersebut, dan juga proses lainnya yang harus dijalankan. Kalau pakai kata ditetapkan, maka itu langsung mengikat tidak perlu ada Pergub lagi, dan langsung bisa direalisasikan, tinggal koordinasi dengan pihak Pertamina," jelas Aherson kepada TribunPekanbaru.com, Rabu (28/3).

Setelah paripurna dilaksanakan besok, maka selanjutnya menurut Aherson pihak Pemprov akan menyurati pihak Pertamina terkait penyamaan harga pajak yang baru.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved