Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kampar

Ditanya Progres Tender, Kabag PBJ Kampar Malah Jawab Seperti Ini

Ia mengaku tidak tahu persis proyek tahun 2018 yang sudah selesai ditender hingga akhir Maret ini.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Afrizal
INTERNET
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

Tribunpekanbaru.com, BANGKINANG - Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kampar, Dicky Rakhmadi menolak berkomentar saat ditanya progres tender proyek.

Ia tak mau menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan Tribun.

"Lihat aja di aplikasi. Semua jelas di situ," kata Dicky, Kamis (29/3/2018).

Ia mengaku tidak tahu persis proyek tahun 2018 yang sudah selesai ditender hingga akhir Maret ini.

Dicky tetap emoh menjawab walau hanya ditanya gambarannya saja.

Masih dengan sikap yang sama, Dicky juga tak mau menjawab saat ditanya jumlah paket untuk dilelang yang sudah diterima.

Baca: Dilarang Masuk Kamar 84 Jemaah Umrah Terlantar Asal Sumatera Barat Tidur di Lorong Hotel di Mekkah

Jumlah paket itu berupa Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang diajukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke Bagian PBJ.

"Kalau itu (jumlah paket proyek sesuai RUP), ada di Sirup (Sistem Informasi RUP). Semua ada di situ," kata Dicky pada tribunpekanbaru.com.

Penjelasan dari Dicky tentang jumlah RUP paket yang sudah diterima Bagian PBJ dan yang belum tayang di laman LPSE, tidak didapat.

Diakses dari laman LPSE Kampar, Kamis (29/3) pukul 17.00 WIB, ada 42 paket yang tayang.

Sedangkan pada laman Sirup Kampar tahun anggaran 2018, diakses pada waktu yang sama, terdapat sebanyak 1.223 paket dengan nilai pagu Rp. 308.540.017.349.

Namun dari jumlah paket, tidak semua yang harus melalui proses tender.

Pada laman tersebut, juga tidak tercantum informasi tentang paket mana yang RUP-nya sudah diajukan ke Bagian PBJ untuk ditender.

Baca: Kampar Sudah Tuntas Ganti Rugi Lahan Pelebaran Jalan Subrantas, Apa Kabarnya Pekanbaru?

Sebelumnya, Bupati Azis mengeluh karena pengerjaan proyek telat dimulai.

Bupati nyinyir karena progres pengerjaan dinilainya masih minim hingga akhir Maret. (*)‎

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved