VIDEO: Dewan Sebut Ada Peluang Pajak Pertalite Diturunkan jadi 2,5 Parsen

"Harga jual masih pada angka Rp 7.750. Hanya selisih Rp 250 rupiah dari harga sebelumnya, yakni sebesar Rp 8 ribu. Kalau bisa

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU -- Walau sudah disepakati angka 5 persen penurunan pajak pertalite melalui rapat Panitia Khusus (Pansus) revisi Perda pajak daerah sebelumnya, namun hal itu dinilai masih berpeluang untuk diturunkan.

Salah seorang anggota Fraksi Nasdem Hanura, Muhammad Adil mengatakan, mengingat perekonomian masyarakat masih dalam kondisi lemah, menurutnya berpendapat angka 5 persen masih cukup besar untuk dijangkau masyarakat.

"Harga jual masih pada angka Rp 7.750. Hanya selisih Rp 250 rupiah dari harga sebelumnya, yakni sebesar Rp 8 ribu. Kalau bisa 2,5 atau 3 persen.

Mengapa saya katakan demikian, memang ini berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi yang perlu jadi catatan, Riau masih banyak alternatif pendapatan dari sektor lain. Itu bisa ditingkatkan," kata Adil.

Sedangkan terkait Peraturan Presiden (Perpres) nomor 57 tahun 2017 yang mengatur minimum pajak BBK, menurut Adil saat Perpres itu dibuat harga minyak dunia masih pada angka 50 US dollar per barel.

Saat ini harga sudah melambung dan menembus 65 US dolar per barel.

Baca: Video Nikita Mirzani Bareng Dipo Latief Umbar Kemesraan di IG, Benaran Sudah Menikah?

Baca: Tolak Pembatasan 1 NIK untuk 3 Sim Card, KNCI Akan Lakukan Aksi Damai

"Ini tidak akan berdampak pada postur APBD Riau. Kenaikannya itu 15 US dollar. Untungnya Riau disitu," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengakui, memang angka tersebut masih bisa berubah, dan turun dari 5 persen jelang disahkan.

"Terkait adanya yang minta dibawah 5 persen, itu hal yang wajar. Karena ini ruang demokrasi. Tapi saya tak yakin, 5 persen ini sudah maksimal turunnya.

Penurunan ini mengkibatkan penurunan penerimaan dana PBBKB bagi pendapatan APBD Kabupaten Kota di Riau," ujarnya.

Sedangkan paripurna pengesahan direncanakan akan dilaksupada hari Kamis (29/3) ini. Dalam jadwal, paripurna akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB, namun sampai saat ini masih belum dimulai.

Penulis: Alex
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved