Breaking News:

Digeser, Pelajar dan Mahasiswa Bukan Lagi Pelanggar Lalu Lintas Tertinggi di Riau

Operasi Keselamatan Muara Takus merupakan bentuk operasi kemanusiaan, sehingga tidak boleh dilakukan tindakkan penilangan.

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Afrizal
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Aparat Kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru memberhentikan sejumlah pengendara saat menggelar Operasi Keselamatan Muara Takus 2018 di Jalan SM Amin, Pekanbaru, Kamis (8/3/2018). Sekitar satu jam menggelar razia, tak kurang dari 50 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas diberi surat tilang teguran dan diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir). 

Jumlah ini naik jika dibandingkan operasi yang sama tahun lalu mencapai 22 pelaku pelanggaran.

Berada di posisi kedua yang paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas tahun ini dari kalangan mahasiswa/pelajar dengan jumlah pelanggar 15 orang, dan posiai ketiga ditempati oleh pengemudi, atau sopir yang hanya tercatat satu kali melalukan pelanggaran.

Sementara iru, Operasi Keselamatan Muara Takus merupakan bentuk operasi kemanusiaan, sehingga tidak boleh dilakukan tindakkan penilangan.

"Operasi kemanusiaan itu ada beberapa jenis, ops hari besar agama, dan ops Tahun Baru. Dan ke depan Ops patuh atau zebra.

Baca: 5 Warga Mandau Digerebek Lagi Pesta Narkoba, Polisi Temukan Paket  Sabu Senilai Rp 250 Juta

Baca: Padahal Lagi Hamil, Wanita Ini Malah Ditangkap Bawa Sabu, Nyimpannya Disini Pula

"Budaya kita budaya simpati, melakukan peneguran tidak melakukan lagi tilang," tegasnya

Pelanggar diberikan pengertian dan pemahaman terkait keaalahan yang mereka lalukan, jika sudah mengerti maka akan kembali melanjutkan perjalanannya.

Opsi ini tidak berlaku bagi pelanggar lalu lintas dengan jenia pelanggaran yang berat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved