Harga Pertalite Segera Turun, Warga Belum Bisa Move On dari Premium

Revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak daerah untuk penurunan pajak pertalite sudah dilaksanakan.

Harga Pertalite Segera Turun, Warga Belum Bisa Move On dari Premium
TribunPekanbaru/TheoRizky
Petugas tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium kepada sejumlah kendaraan di sebuah SPBU Jalan Sudirman, Pekanbaru, Rabu (30/3/2016). Mulai tanggal 1 April 2016 mendatang, BBM jenis ini harganya akan diturunkan. Hal ini dilakukan menyusul tren penurunan harga minyak mentah dunia. Namun pihak PT Pertamina masih belum mengumumkan berapa besar penurunan harga premium tersebut nantinya. 

Yulhasmi, warga Jalan Pepaya berharap, agar premium diberikan khusus untuk warga yang kurang mampu, misalnya dengan menggunakan kartu khsus dan lainnya.

"Memang pertalite mau turun, tapi bagi saya itu tetap tidak berpengaruh. Saya tetap mengharapkan premium saja, saya harap perintah perhatikan kami secara jelas yang menggunakan premium. Kita lihat di berbagai SPBU yang ngatre malah mobil-mobil mewah, kami kadang yang harus terpaksa beli pertalite, ini sungguh terbalik. Kalau pemerintah jeli memperhatikan hal ini, tentu ini tak akan terjadi," ulasnya.

Baca: Bukan Gertak Sambal, 6 Fakta Ini Buktikan AS Bisa Kalahkan Korut 2 Minggu Saja

Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) revisi pajak daerah, Erizal Muluk mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina, terkait pertalite sekaligus untuk membicarakan kuota premium di Riau, beberapa waktu lalu.

Jika dibandingkan dengan kuota daerah lain, premium jumlah kuotanya masih cukup banyak, yakni 60 persen premium dan 40 persen pertalite. Pihaknya juga sudah meminta agar jelang Ramadhan dan lebaran pasokan kuota BBM di Riau cukup, dan pihak Pertamina menurutnya juga sudah menyatakan akan akan memenuhinya.

Dia juga menambahkan, terkait penurunan pajak pertalite sudah secara sah direvisi, dan tinggal menunggu realisasi penerapan harga baru pertalite paling lambat bisa dilakukan sepekan.

Setelah ditetapkan, Pertamina sudah bisa merubah harga jual sesuai dengan pajak yang telah ditetapkan, yakni dengan harga Rp 7.750 per liternya.

Ia juga menambahkan, besaran pajak yang diturunkan tersebut terkhusus hanya untuk Bahan Bakar Khusus (BBK) jenis pertalite saja. Sedangkan untuk BBK jenis lain seperti Pertamax dan Pertamax Turbo masih sebesar 10 persen.

"Aturan yang dirubah adalah Perda No.4/2015. Khususnya pada pasal 24 yang mengatur soal tarif pajak BBK jenis pertalite, dari 10 persen menjadi 5 persen. Sedangkan untuk tarif pajak Kendaraan baru bermotor lainnya tetap di angka 10 persen," kata Erizal Muluk. (*) 

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved